Pastikan PTM Aman, Ini yang Dilakukan Pemerintah Hadapi Hepatitis Akut
Selasa, 24 Mei 2022 - 21:15 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan definisi WHO atas kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya terdapat 5 kategori yakni confirmed, probable, Epi-Linked, pending classification dan discarded."Sementara yang ada di Indonesia itu masih pending classification," ungkapnya.
Pemerintah, jelas Syahril, menerapkan metode yang sama padapenderita hepatitis A-Z. Jika pasien hanya menunjukkan gejala, mual muntah atau sakit perut sampai diare, penanganan bisa dilakukan di Puskesmas atau RSUD. Baca juga: Menkes Budi Gunadi Ungkap Alasan Masyarakat Diperbolehkan Tanpa Masker di Luar Ruangan
"Jadi tidak mesti disampaikan ke rumah sakit pusat. Kemudian yang kedua, jika gejalanya berlanjut -contoh kencingnya seperti air teh, BAB-nya seperti keputihan dan ada kuning di mata, penanganannya juga ada step-nya," tuturnya.
Namun jika pasien menunjukkan gejala lebih berat, misalnya mengalami kejang, kesadaran yang menurun, maka harus ditangani di rumah sakit yang lebih besar seperti RS Cipto Mangunkusumo dan RSPI Sulianti Saroso.
Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud, Anang Ristanto mengungkapkan, pihaknya terusmelakukan koordinasi dengan Kemenkes dalam penanganan kasus hepatitis akut.
Anang mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan di TanahAir agar tetap tenang dalam menghadapi penyakit hepatitis ini.
Pemerintah, jelas Syahril, menerapkan metode yang sama padapenderita hepatitis A-Z. Jika pasien hanya menunjukkan gejala, mual muntah atau sakit perut sampai diare, penanganan bisa dilakukan di Puskesmas atau RSUD. Baca juga: Menkes Budi Gunadi Ungkap Alasan Masyarakat Diperbolehkan Tanpa Masker di Luar Ruangan
"Jadi tidak mesti disampaikan ke rumah sakit pusat. Kemudian yang kedua, jika gejalanya berlanjut -contoh kencingnya seperti air teh, BAB-nya seperti keputihan dan ada kuning di mata, penanganannya juga ada step-nya," tuturnya.
Namun jika pasien menunjukkan gejala lebih berat, misalnya mengalami kejang, kesadaran yang menurun, maka harus ditangani di rumah sakit yang lebih besar seperti RS Cipto Mangunkusumo dan RSPI Sulianti Saroso.
Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud, Anang Ristanto mengungkapkan, pihaknya terusmelakukan koordinasi dengan Kemenkes dalam penanganan kasus hepatitis akut.
Anang mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan di TanahAir agar tetap tenang dalam menghadapi penyakit hepatitis ini.
Lihat Juga :