Hingga Mei 2022, Pupuk Indonesia Salurkan 230.480 Ton Pupuk Bersubsidi di Sulsel
Selasa, 24 Mei 2022 - 16:22 WIB
loading...
A
A
A
Dalam penyalurannya, Pupuk Indonesia memiliki jaringan distribusi yang cukup baik di Sulsel. Adapun jaringan distribusi ini terdiri dari 52 distributor, 1.118 kios pengecer resmi, 46 unit gudang (Distribution Center (DC) dan Lini III) dengan total kapasitas sekitar 141 ribu ton, hingga memiliki 42 personil petugas lapangan yang tersebar pada 24 kabupaten/kota.
Lebih lanjut, Yusri menyebutkan bahwa Pupuk Indonesia sebagai produsen senantiasa menyalurkan pupuk bersubsidi dengan berpedoman dengan ketentuan yang berlaku. Pupuk Indonesia juga telah menginstruksikan kepada distributor dan kios resmi untuk mengikuti regulasi pemerintah setempat dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
Yusri juga menegaskan bahwa Pupuk Indonesia tidak akan segan memberikan sanksi hingga pemberhentian kerja sama kepada distributor dan kios resmi yang kedapatan terlibat dalam penyelewengan pupuk bersubsidi . Pupuk Indonesia juga siap mendukung aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus penyelewengan pupuk bersubsidi yang terjadi di wilayah di Sulsel.
“Kami tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada siapa pun di jaringan distribusi kami jika terlibat dalam penyalahgunaan pupuk bersubsidi,” tutup Yusri.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas TPHBUN Sulsel, Muhlis Mori, menyampaikan alokasi pupuk bersubsidi Sulsel masih jauh dari kebutuhan, sebagaimana yang terdata dalam e-RDDK. Berdasarkan datanya, alokasi kebutuhan merujuk e-RDDK mencapai 1.303.551 ton. Sedangkan, berdasarkan data Pupuk Indonesia, usulan untuk Sulsel mencapai 2.224.966 ton.
Lebih lanjut, Yusri menyebutkan bahwa Pupuk Indonesia sebagai produsen senantiasa menyalurkan pupuk bersubsidi dengan berpedoman dengan ketentuan yang berlaku. Pupuk Indonesia juga telah menginstruksikan kepada distributor dan kios resmi untuk mengikuti regulasi pemerintah setempat dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
Yusri juga menegaskan bahwa Pupuk Indonesia tidak akan segan memberikan sanksi hingga pemberhentian kerja sama kepada distributor dan kios resmi yang kedapatan terlibat dalam penyelewengan pupuk bersubsidi . Pupuk Indonesia juga siap mendukung aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus penyelewengan pupuk bersubsidi yang terjadi di wilayah di Sulsel.
“Kami tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada siapa pun di jaringan distribusi kami jika terlibat dalam penyalahgunaan pupuk bersubsidi,” tutup Yusri.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas TPHBUN Sulsel, Muhlis Mori, menyampaikan alokasi pupuk bersubsidi Sulsel masih jauh dari kebutuhan, sebagaimana yang terdata dalam e-RDDK. Berdasarkan datanya, alokasi kebutuhan merujuk e-RDDK mencapai 1.303.551 ton. Sedangkan, berdasarkan data Pupuk Indonesia, usulan untuk Sulsel mencapai 2.224.966 ton.
Lihat Juga :