Gua Selarong, Markas Gaib Tempat Atur Strategi Pangeran Diponegoro Lawan Belanda
Selasa, 24 Mei 2022 - 05:03 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan tidak hanya warga, kaum bangsawan dari keraton juga menyusul ke Gua Selarong. Disebutkan, pasukan Pangeran Diponegoro terus bertambah, bahkan hingga ribuan jumlahnya, termasuk masyarakat yang ada di sekitar gua.
Gua Selarong Markas Gaib
Gua Selarong terletak di Dusun Kembang Putihan, Desa Guwosari Kecamatan Pajangan Bantul, lebih kurang 14 kilometer arah selatan Kota Yogyakarta. Terletak di deretan pegunungan kapur yang ditumbuhi pepohonan rindang, membuat gua ini sejuk.
Diyakini bahwa gua tempat persembunyian pasukan Diponegoro memiliki kekuatan magis. Pada malam tertentu seperti malam Jumat Kliwon atau malam Selasa Kliwon, terkadang dari dalam perut gua Selarong terdengar lantunan gending-gending Jawa yang sedang ditabuh.
Diyakini masyarakat setempat bahwa pada kedua hari tersebut kadang juga tercium aroma seperti dupa dan kemenyan. Rupanya, kekuatan magis yang dimiliki gua ini turut berperan melindungi Pangeran Diponegoro dan pasukannya. Pangeran Diponegoro dan pasukannya sulit ditangkap, karena tidak terlihat pasukan Belanda.
Selama bermarkas dan menjadikan Gua Selarong tempat menyusun strategi melawan Belanda, laskar Pangeran Diponegoro telah diserang tiga kali oleh Belanda, yaitu pada tanggal 25 Juli, 3 Oktober, dan 4 Oktober 1825.
Gua Selarong Markas Gaib
Gua Selarong terletak di Dusun Kembang Putihan, Desa Guwosari Kecamatan Pajangan Bantul, lebih kurang 14 kilometer arah selatan Kota Yogyakarta. Terletak di deretan pegunungan kapur yang ditumbuhi pepohonan rindang, membuat gua ini sejuk.
Diyakini bahwa gua tempat persembunyian pasukan Diponegoro memiliki kekuatan magis. Pada malam tertentu seperti malam Jumat Kliwon atau malam Selasa Kliwon, terkadang dari dalam perut gua Selarong terdengar lantunan gending-gending Jawa yang sedang ditabuh.
Diyakini masyarakat setempat bahwa pada kedua hari tersebut kadang juga tercium aroma seperti dupa dan kemenyan. Rupanya, kekuatan magis yang dimiliki gua ini turut berperan melindungi Pangeran Diponegoro dan pasukannya. Pangeran Diponegoro dan pasukannya sulit ditangkap, karena tidak terlihat pasukan Belanda.
Selama bermarkas dan menjadikan Gua Selarong tempat menyusun strategi melawan Belanda, laskar Pangeran Diponegoro telah diserang tiga kali oleh Belanda, yaitu pada tanggal 25 Juli, 3 Oktober, dan 4 Oktober 1825.
Lihat Juga :