Psikis Bocah Perempuan yang 1 Tahun Dianiaya Ibu Tiri di Jambi Mulai Membaik
Minggu, 22 Mei 2022 - 11:48 WIB
loading...
Penanganan pemulihan terhadap bocah perempuan berusia 8 tahun berinisial J yang dianiaya ibu tiri N (43) terus dilakukan secara intensif di Rumah Sakit Bhayangkara, Jambi. (Ist)
A
A
A
JAMBI - Penanganan pemulihan terhadap bocah perempuan berusia 8 tahun berinisial J yang dianiaya ibu tiri N (43) terus dilakukan secara intensif di Rumah Sakit Bhayangkara, Jambi. Tidak hanya medis, korban juga didampingi psikolog untuk menghilangkan trauma yang dialaminya.
Menurut Dini Darmayanti, selaku psikolog yang mendampingi korban, kondisi korban masih mengalami trauma secara psikologis. Di samping itu, tidak bisa mengekspresikan perasaannya.
"Tidak bisa memunculkan emosinya secara valid. Dia tidak bisa menunjukkan rasa sedih, marah, dan lainnnya. Dari sisi sosial dia juga menunjukkan ketakutan. Kesulitan menceritakan secara kronologi," ungkapnya, Minggu (22/5/2022).
Kini, yang lebih menggembirakan, sambungnya, kondisi psikis anak ini mulai membaik. "Korban sudah bisa tersenyum. Apalagi keluarga, termasuk ayahnya, sudah bisa berkumpul dengannya di rumah sakit," katanya.
Dia menambahkan, korban ini masih dalam proses pendampingan psikologi. "Memang terlihat ada perubahan sampai saat ini. Selama bimbingan, dan psikoterapi, si anak sudah menunjukkan afeksi yang sesuai," imbuh Dini.
Menurut Dini Darmayanti, selaku psikolog yang mendampingi korban, kondisi korban masih mengalami trauma secara psikologis. Di samping itu, tidak bisa mengekspresikan perasaannya.
"Tidak bisa memunculkan emosinya secara valid. Dia tidak bisa menunjukkan rasa sedih, marah, dan lainnnya. Dari sisi sosial dia juga menunjukkan ketakutan. Kesulitan menceritakan secara kronologi," ungkapnya, Minggu (22/5/2022).
Kini, yang lebih menggembirakan, sambungnya, kondisi psikis anak ini mulai membaik. "Korban sudah bisa tersenyum. Apalagi keluarga, termasuk ayahnya, sudah bisa berkumpul dengannya di rumah sakit," katanya.
Dia menambahkan, korban ini masih dalam proses pendampingan psikologi. "Memang terlihat ada perubahan sampai saat ini. Selama bimbingan, dan psikoterapi, si anak sudah menunjukkan afeksi yang sesuai," imbuh Dini.
Lihat Juga :