Mantan Suami Janda Cantik Korban Pembunuhan Jadi Tersangka, Ternyata Warga Pakistan
Jum'at, 20 Mei 2022 - 17:55 WIB
loading...
WNA asal Pakistan itu ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan janda cantik Juju Juariyah (46) yang tidak lain merupakan mantan istrinya sendiri. iNews TV/Asep
A
A
A
TASIKMALAYA - Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota akhirnya mengamankan dan menetapkan Zahoor Ul Hasanah (42) sebagai tersangka. WNA asal Pakistan itu ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan janda cantik Juju Juariyah (46) yang tidak lain merupakan mantan istrinya sendiri.
Juju yang mempunyai dua orang anak dan keduanya sudah tinggal di luar kota karena sudah berkeluarga dan sudah kuliah, sehingga korban tinggal di ruko sendirian.
Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo, tersangka diamankan setelah polisi melakukan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 6 orang di lokasi kejadian dan berdasarkan barang bukti yang diamankan.
"Motif pembunuhan karena dendam. Dimana tersangka dendam karena dicerai dan tidak dibagi hasil usaha, setelah bercerai selama 3 bulan," ujar Ibrahim.
Modus yang dilakukan tersangka dengan masuk ke rumah korban, dan mengajak korban untuk rujuk dan mempertanyakan harta gono gini. "Sehingga dari pembicaraan tersebut tersangka tidak terima dan melakukan kekerasan pada korban hingga meninggal dunia," ujar Ibrahim.
Juju yang mempunyai dua orang anak dan keduanya sudah tinggal di luar kota karena sudah berkeluarga dan sudah kuliah, sehingga korban tinggal di ruko sendirian.
Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo, tersangka diamankan setelah polisi melakukan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 6 orang di lokasi kejadian dan berdasarkan barang bukti yang diamankan.
"Motif pembunuhan karena dendam. Dimana tersangka dendam karena dicerai dan tidak dibagi hasil usaha, setelah bercerai selama 3 bulan," ujar Ibrahim.
Modus yang dilakukan tersangka dengan masuk ke rumah korban, dan mengajak korban untuk rujuk dan mempertanyakan harta gono gini. "Sehingga dari pembicaraan tersebut tersangka tidak terima dan melakukan kekerasan pada korban hingga meninggal dunia," ujar Ibrahim.
Lihat Juga :