Laksamana Muda John Lie, Si 'Hantu' Selat Malaka yang Selalu Lolos dari Kepungan Belanda

Selasa, 17 Mei 2022 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Bawa Kapal "The Outlaw"

Pada September 1947, Kepala Urusan Pertahanan di Luar Negeri membeli sejumlah kapal cepat yang digunakan untuk memasok kebutuhan perlengkapan perjuangan di Indonesia. Untuk mengawaki kapal cepat itu, maka dilakukan penyaringan atau tes guna menempati sejumlah posisi. John Lie merupakan salah satu yang lolos seleksi. Bahkan dia dipercaya menjadi pemimpin atau kapten Kapal "The Outlaw".

Disebutkan bahwa operasi perdana John Lie dengan "The Outlaw" adalah rute Singapura-Labuan Bilik dan Port Swettenham. Inilah saat di mana kemampuan John Lie sebagai penyelundup alat perang diuji. Pada pelayaran Oktober 1947, "The Outlaw" memuat perlengkapan militer berupa senjata semi otomatis, ribuan butir peluru dan perbekalan dari salah satu pulau di Selat Johor ke Sumatera.

Ternyata, aktivitas John Lie sudah diendus pasukan Belanda. Saat tiba di Labuan Bilik, pesawat Belanda tiba-tiba muncul. Pesawat itu terbang rendah mengitari pelabuhan dan mengeluarkan perintah agar "The Outlaw" segera meninggalkan pelabuhan.

Nyali John Lie tak ciut. Dia malah balik berteriak dengan berbohong mengatakan bahwa kapalnya sedang kandas dan tidak bisa bergerak. Mendengar itu, serdadu Belanda marah dan senjata mesin langsung diarahkan hendak menembak. Anehnya, pesawat itu tidak jadi membombardir "The Outlaw" dengan senjata mesin, tapi langsung pergi dan tidak kembali.

John Lie merasa peristiwa itu terjadi atas campur tangan Tuhan. Dia langsung masuk ke kabin untuk berdoa, mengucap syukur atas kemurahan dan kasih Tuhan. Hari itu, bersama 22 awak kapalnya, John Lie membongkar muatan senjata dan amunisi yang diserahkan ke komandan pejuang setempat, Abu Salam kala itu.

Selanjutnya, aksi penyelundupan senjata dan hasil bumi terus dilakukan John Lie dan selalu lolos dari incaran Armada Angatan Laut Belanda. Kelihaian John Lie mengelabui musuh memantik perhatian media internasional. BBC London, dalam siarannya, bahkan menjuluki "The Outlaw" dengan nama "The Black Speedboat".

Peristiwa ajaib yang membuat "The Outlaw" lolos dari maut bukan hanya sekali terjadi. Pernah satu ketika, awal Agustus 1949, "The Outlaw" menjalani perbaikan total dengan naik galangan atau docking di Penang. Selesai docking, "The Outlaw" kembali ke Phuket menjemput awak kapal.

Selanjutnya, mereka berlayar menuju Aceh. Dalam perjalanan, tak diduga kapal Belanda mengadang saat "The Outlaw" memasuki Delta Tamiang. Tanpa ada peringatan, "The Outlaw" langsung dibombardir tembakan meriam secara membabi buta.

Suasana menjadi kacau dan mencekam seketika. Peluru mendesing menghujam lambung kapal. Bahkan ledakan menggelegar terjadi di jarak tiga meter dari John Lie menunduk. "The Outlaw" dalam bahaya, John Lie pasrah. Namun, pada saat itulah keajaiban kembali memihak John Lie, dkk.

Kapal Belanda tiba-tiba tidak bisa bergerak mengejar "The Outlaw". Kapal Belanda kandas. Kesempatan itu dimanfaatkan "The Outlaw" untuk melarikan diri dan bersembunyi di Delta Tamiang.

Namun, saat sedang bersembunyi, tak terduga armada udara Belanda berputar-putar di atas Delta Tamiang mencari "The Outlaw". Lagi-lagi terjadi keajaiban. Pesawat itu, tidak melihat "The Outlaw" yang sudah sekarat di bawahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Kita Tak Akan...
Prabowo: Kita Tak Akan Merdeka Tanpa Jasa Petani
Pimpinan Pesantren Buntet...
Pimpinan Pesantren Buntet Cirebon: Soeharto Banyak Berikan Manfaat kepada Bangsa
Akademisi IAIN Kendari:...
Akademisi IAIN Kendari: Gelar Pahlawan Soeharto Harus Dilihat dengan Objektivitas dan Semangat Rekonsiliasi
Permahi Gorontalo: Gelar...
Permahi Gorontalo: Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Simbol Kedewasaan Bangsa
Polemik Gelar Pahlawan...
Polemik Gelar Pahlawan Nasional Soeharto, Ketua IKPS: Hormati Jasa Pemimpin Bangsa
Megawati Tolak Soeharto...
Megawati Tolak Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Berpotensi Hambat Rekonsiliasi Nasional
Detik-Detik Kapal USS...
Detik-Detik Kapal USS Boxer Lintasi Selat Malaka
Kemlu Koordinasi Pembebasan...
Kemlu Koordinasi Pembebasan 4 ABK WNI MT Honour 25 yang Dibajak Perompak Somalia
Kemlu Pastikan 4 WNI...
Kemlu Pastikan 4 WNI Korban Penyanderaan di Somalia dalam Kondisi Baik
Rekomendasi
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Trauma Jadi Korban KDRT,...
Trauma Jadi Korban KDRT, Tami Tinggalkan Rumah dan Cari Tempat Tinggal Baru
Berita Terkini
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Infografis
Daftar 6 Tim Asia yang...
Daftar 6 Tim Asia yang Lolos Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved