Kemunculan Buaya Sepanjang 2 Meter Resahkan Warga di Muarajambi
Minggu, 15 Mei 2022 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau yang muncul pertamo itu induknyo besar, di bawah rerumputan. Kalau yang sekarang ini dio naik ke atas tebing sungai, buayo liar pak," ujarnya.
Akibatnya, masyarakat sekitar pun resah dan tidak lagi berani beraktivitas di sungai, baik untuk keperluan mencuci, mandi atau pun mencari ikan.
"Sangat resah pak, jelas. Takutnyo sayo, adik-adik kan sering mandi di sungai, takutnyo itulah jadi mangso buayo. Harapannyo kalau biso buayo itu ditangkap, dipindahkan ke tempat habitat dio (buaya)," ungkap Azhan.
Yatim, warga lainnya berharap, BKSDA Jambi harus segera menangkap dan mengevakuasi buaya yang dikhawatirkan dapat membahayakan warga Desa Kemingking Dalam tersebut.
Menurutnya, Sungai Kemingking Dalam merupakan salah satu sumber kehidupan warga sekitar.
Pasalnya, jika banjir, air sungai Kemingking Dalam bisa meluap hingga ke permukiman penduduk, sehingga ditakutkan keberadaan buaya dapat membahayakan nyawa masyarakat.
"Ya kami tukan dak tau. Kagek buayo tu kami bunuh, kami bekasus. Itu yang kami takutkan. Soalnyo buayo ini kan hewan yang dilindungi," tandas Yatim.
Akibatnya, masyarakat sekitar pun resah dan tidak lagi berani beraktivitas di sungai, baik untuk keperluan mencuci, mandi atau pun mencari ikan.
"Sangat resah pak, jelas. Takutnyo sayo, adik-adik kan sering mandi di sungai, takutnyo itulah jadi mangso buayo. Harapannyo kalau biso buayo itu ditangkap, dipindahkan ke tempat habitat dio (buaya)," ungkap Azhan.
Yatim, warga lainnya berharap, BKSDA Jambi harus segera menangkap dan mengevakuasi buaya yang dikhawatirkan dapat membahayakan warga Desa Kemingking Dalam tersebut.
Menurutnya, Sungai Kemingking Dalam merupakan salah satu sumber kehidupan warga sekitar.
Pasalnya, jika banjir, air sungai Kemingking Dalam bisa meluap hingga ke permukiman penduduk, sehingga ditakutkan keberadaan buaya dapat membahayakan nyawa masyarakat.
"Ya kami tukan dak tau. Kagek buayo tu kami bunuh, kami bekasus. Itu yang kami takutkan. Soalnyo buayo ini kan hewan yang dilindungi," tandas Yatim.
Lihat Juga :