Miris! Warga Lombok Barat Tandu Pasien Pakai Sarung ke Rumah Sakit
Rabu, 11 Mei 2022 - 23:34 WIB
loading...
A
A
A
Masyarakat Dusun Bunut Boyot harus menempuh jarak 1 kilometer jalan kaki menuju jalan beraspal. Meski jalur dari dusun tersebut sudah dirabat, tapi kondisi jalan ekstrim memaksa mereka membawa pasien dengan cara digotong.
Pasien diletakkan sedemikian rupa di dalam sarung. Dengan sebilah bambu yang dimasukkan ke dalam sarung menjadi alat panggulnya. "Sejatinya ini bukan tradisi. Tapi memang harus dilakukan lantaran kondisi infrastruktur jalan yang ekstrim," ujar Jhoni kepada MPI Rabu (11/5/2022).
Baca juga: Curhat Polwan Cantik Briptu Suci: Lelaki Berinisial DKM Berpura-pura Baik untuk Tutupi Kejahatannya
Dusun Bunut Boyot terletak di atas pegunungan. Lokasinya berada tidak jauh dari kawasan wisata Senggigi. Jhoni mengatakan, Dusun Bunut Boyot letaknya paling tinggi dibandingkan enam dusun lainnya. Musim hujan juga menjadi alasan mengapa masyarakat menggotong pasien. Sebab, sangat beresiko jika memksa menggunakan roda dua.
Warga juga tidak pandang waktu. Kapanpun dibutuhkan, warga akan sigap saling tolong menolong. Pemerintah desa setempat dinilai tetap merespone kondisi tersebut. Hanya saja, keterbatasan juga membuat pihak desa tidak dapat berbuat banyak. "Kondisinya memang begini. Kecuali mungkin ada perhatian pemerintah kabupaten atau provinsi untuk memperbaiki infrastruktur jalan," ungkapnya.
Kendala infrastruktur juga berdampak pada sektor pendidikan. Menurut Jhoni, tidak banyak masyarakat Dusun Bunut Boyot yang melanjutkan sekolah hingga lulus SMA sederajat.
Pasien diletakkan sedemikian rupa di dalam sarung. Dengan sebilah bambu yang dimasukkan ke dalam sarung menjadi alat panggulnya. "Sejatinya ini bukan tradisi. Tapi memang harus dilakukan lantaran kondisi infrastruktur jalan yang ekstrim," ujar Jhoni kepada MPI Rabu (11/5/2022).
Baca juga: Curhat Polwan Cantik Briptu Suci: Lelaki Berinisial DKM Berpura-pura Baik untuk Tutupi Kejahatannya
Dusun Bunut Boyot terletak di atas pegunungan. Lokasinya berada tidak jauh dari kawasan wisata Senggigi. Jhoni mengatakan, Dusun Bunut Boyot letaknya paling tinggi dibandingkan enam dusun lainnya. Musim hujan juga menjadi alasan mengapa masyarakat menggotong pasien. Sebab, sangat beresiko jika memksa menggunakan roda dua.
Warga juga tidak pandang waktu. Kapanpun dibutuhkan, warga akan sigap saling tolong menolong. Pemerintah desa setempat dinilai tetap merespone kondisi tersebut. Hanya saja, keterbatasan juga membuat pihak desa tidak dapat berbuat banyak. "Kondisinya memang begini. Kecuali mungkin ada perhatian pemerintah kabupaten atau provinsi untuk memperbaiki infrastruktur jalan," ungkapnya.
Kendala infrastruktur juga berdampak pada sektor pendidikan. Menurut Jhoni, tidak banyak masyarakat Dusun Bunut Boyot yang melanjutkan sekolah hingga lulus SMA sederajat.
Lihat Juga :