Miris! Warga Lombok Barat Tandu Pasien Pakai Sarung ke Rumah Sakit
Rabu, 11 Mei 2022 - 23:34 WIB
loading...
Warga Lombok Barat terpaksa menggotong pasien pakai sarung menggunakan bambu ke Rumah Sakit karena akses jalan yang tidak memadai. Foto: Facebook
A
A
A
LOMBOK BARAT - Masyarakat Dusun Bunut Boyot, Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat terpaksa harus menandu warganya yang sakit dengan kain sarung menuju rumah sakit.
Jhoni Iskandar yang merupakan warga Dusun Bunut Boyot mengunggah hal itu ke akun Facebooknya pada Rabu (11/5). Sontak saja, unggahan itu langsung mendapat perhatian Pemerintah Provinsi NTB.
Tari nama pasien yang merupakan ibu muda yang baru melahirkan. Dia terpaksa digotong dari dusun yang terletak di ketinggian menuju jalan beraspal untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit. Kondisinya yang lemah membuat masyarakat beraksi cepat. Tari harus kontrol rutin pascamelahirkan.
Baca juga: Miris! Pasien Ditandu Pakai Kayu dan Sarung Terobos Hutan, Melintasi Perbukitan Sejauh 20 KM demi Selamatkan Nyawa
Jhoni yang dihubungi MPI mengatakan, kondisi itu sudah berlangsung lama. Artinya, masyarakat sukarela bergotong royong menggotong pasien yang kondisinya sangat membutuhkan pertolongan. Tidak sekadar pasien ibu melahirkan. Tapi juga petani gula aren yang mengalami kecelakaan kerja.
Jhoni Iskandar yang merupakan warga Dusun Bunut Boyot mengunggah hal itu ke akun Facebooknya pada Rabu (11/5). Sontak saja, unggahan itu langsung mendapat perhatian Pemerintah Provinsi NTB.
Tari nama pasien yang merupakan ibu muda yang baru melahirkan. Dia terpaksa digotong dari dusun yang terletak di ketinggian menuju jalan beraspal untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit. Kondisinya yang lemah membuat masyarakat beraksi cepat. Tari harus kontrol rutin pascamelahirkan.
Baca juga: Miris! Pasien Ditandu Pakai Kayu dan Sarung Terobos Hutan, Melintasi Perbukitan Sejauh 20 KM demi Selamatkan Nyawa
Jhoni yang dihubungi MPI mengatakan, kondisi itu sudah berlangsung lama. Artinya, masyarakat sukarela bergotong royong menggotong pasien yang kondisinya sangat membutuhkan pertolongan. Tidak sekadar pasien ibu melahirkan. Tapi juga petani gula aren yang mengalami kecelakaan kerja.
Lihat Juga :