Melihat Keseruan Perjalanan Mudik Ganjar Usai Dua Tahun Pandemi
Rabu, 04 Mei 2022 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
Menjelang siang, Ganjar beserta istri kembali ke Griya Sri Soeparni untuk bersiap mengadakan halal bi halal di Kabon Sri Soeparni bersama saudara dan kerabat masa kecil. Ganjar juga mengundang guru SD panutannya saat bersekolah di SD 02 Tawangmangu, Wagiyo Suratno.
Setelah adzan dzuhur berkumandang, rombongan Ganjar langsung menuju lokasi halal bi halal. Wagiyo beserta dua teman dekat semasa kecil Ganjar, Kamsel dan Menuk datang bersamaan. Melihat ketiganya turun dari mobil, Ganjar langsung memeluk sang guru setelah dua tahun tak bertemu.
Mereka pun berkumpul dan bernostalgia membicarakan masa lampau. Ganjar mengatakan, dirinya, Wagiyo, Kamsel, dan Menuk sedang 'ngabsen' nama-nama teman sekolah yang dulu nakal dan tidak. Sambil tertawa, Ganjar menyebut Wagiyo menganggapnya murid yang baik.
Namun di tengah suasana hangat tersebut, kabar kurang sedap sempat mengganggu Ganjar dan Wagiyo. Ganjar mengatakan, sebelum acara halal bi halal, dirinya mendapat pesan singkat dari seseorang yang mengaku bernama Wardi bahwa Wagiyo telah meninggal dunia. Sempat ingin mengirim karangan bunga, akhirnya Ganjar sadar tengah ditipu.
"Dia ngasih foto-fotonya (Wagiyo meninggal). Jadi pada saat ada foto-fotonya saya kaget, saya siapin karangan bunga. Tapi teman-teman di sini tuh feeling so good, saya ngecek, saudara ngecek, temen-temen saya ngecek, ngga kok ngga. Ternyata sedang ditipu saya," kata Ganjar sambil menunjukkan isi pesan singkatnya.
Meski demikian, pertemuan 'reuni' di halal bi halal-nya tampak berjalan bahagia. Setelah acara selesai, Wagiyo, Kamsel, dan Menuk kembali ke rumah masing-masing. Sementara Ganjar bersama rombongan berangkat menuju Taman Wisata Balekambang dan The Lawu Park untuk kembali meninjau kondisi wisata di masa libur lebaran ini.
Tujuan pertama adalah Taman Wisata Balekambang. Sesampainya di sana, Ganjar dan keluarga langsung memasuki area wahana sambil menyapa para pengunjung. Ganjar berkeliling dan menemukan keraiaman wisatawan dan kelalaian mereka dalam menerapkan protokol ke sehatan.
Setelah adzan dzuhur berkumandang, rombongan Ganjar langsung menuju lokasi halal bi halal. Wagiyo beserta dua teman dekat semasa kecil Ganjar, Kamsel dan Menuk datang bersamaan. Melihat ketiganya turun dari mobil, Ganjar langsung memeluk sang guru setelah dua tahun tak bertemu.
Mereka pun berkumpul dan bernostalgia membicarakan masa lampau. Ganjar mengatakan, dirinya, Wagiyo, Kamsel, dan Menuk sedang 'ngabsen' nama-nama teman sekolah yang dulu nakal dan tidak. Sambil tertawa, Ganjar menyebut Wagiyo menganggapnya murid yang baik.
Namun di tengah suasana hangat tersebut, kabar kurang sedap sempat mengganggu Ganjar dan Wagiyo. Ganjar mengatakan, sebelum acara halal bi halal, dirinya mendapat pesan singkat dari seseorang yang mengaku bernama Wardi bahwa Wagiyo telah meninggal dunia. Sempat ingin mengirim karangan bunga, akhirnya Ganjar sadar tengah ditipu.
"Dia ngasih foto-fotonya (Wagiyo meninggal). Jadi pada saat ada foto-fotonya saya kaget, saya siapin karangan bunga. Tapi teman-teman di sini tuh feeling so good, saya ngecek, saudara ngecek, temen-temen saya ngecek, ngga kok ngga. Ternyata sedang ditipu saya," kata Ganjar sambil menunjukkan isi pesan singkatnya.
Meski demikian, pertemuan 'reuni' di halal bi halal-nya tampak berjalan bahagia. Setelah acara selesai, Wagiyo, Kamsel, dan Menuk kembali ke rumah masing-masing. Sementara Ganjar bersama rombongan berangkat menuju Taman Wisata Balekambang dan The Lawu Park untuk kembali meninjau kondisi wisata di masa libur lebaran ini.
Tujuan pertama adalah Taman Wisata Balekambang. Sesampainya di sana, Ganjar dan keluarga langsung memasuki area wahana sambil menyapa para pengunjung. Ganjar berkeliling dan menemukan keraiaman wisatawan dan kelalaian mereka dalam menerapkan protokol ke sehatan.
Lihat Juga :