Serunya Tradisi Takbiran Suku Lembak Bengkulu, Penuh Kekeluargaan Keliling dari Rumah ke Rumah
Minggu, 01 Mei 2022 - 23:57 WIB
loading...
A
A
A
Jika yang mengikuti 10 kepala keluarga (KK), maka masyarakat musti berkunjung ke 10 rumah untuk mengikuti takbiran. Takbiran ini mulai berlangsung usai sholat Isya. Di mana saat mengelar takbiran, tokoh agama tidak hanya memimpin untuk melantunkan takbir. Namun, tokoh agama juga memanjatkan doa.
Usai membacakan doa, masyarakat yang mengikuti takbiran mencicipi hidangan makanan dan minuman yang disajikan tuan rumah. Salah satu masyarakat Suku Lembak, Kelurahan Jembatan Kecil, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Siti Fadhillah mengatakan, takbiran keliling rumah sudah berlangsung secara turun-menurun di Suku Lembak.
Baca juga: Sadis Tarik Jantung Korban, RK Ternyata Sakit Hati Tak Dapat Layanan Ranjang Pria Pemilik Salon
Bahkan, kata Fadhillah, sejak orangtuanya takbiran keliling ini sudah berlangsung. Di mana takbiran ini menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan masyarakat Suku Lembak menyambut Idul Fitri. "Keluarga kami setiap tahun selalu mengelar takbiran keliling di malam lebaran, dari rumah ke rumah. Ini sudah menjadi tradisi masyarakat Suku Lembak," kata Siti, Minggu (1/5/2022), malam.
Tradisi takbiran keliling dari satu rumah warga ke rumah ke warga, terang Siti, tetap terus dipertahankan sampai generasi-generasi penerus. "Tradisi ini sudah ada sejak saya lahir. Di keluarga besar kami selalu menggelar takbiran keliling dari rumah ke rumah," pungkas Siti.
Usai membacakan doa, masyarakat yang mengikuti takbiran mencicipi hidangan makanan dan minuman yang disajikan tuan rumah. Salah satu masyarakat Suku Lembak, Kelurahan Jembatan Kecil, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Siti Fadhillah mengatakan, takbiran keliling rumah sudah berlangsung secara turun-menurun di Suku Lembak.
Baca juga: Sadis Tarik Jantung Korban, RK Ternyata Sakit Hati Tak Dapat Layanan Ranjang Pria Pemilik Salon
Bahkan, kata Fadhillah, sejak orangtuanya takbiran keliling ini sudah berlangsung. Di mana takbiran ini menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan masyarakat Suku Lembak menyambut Idul Fitri. "Keluarga kami setiap tahun selalu mengelar takbiran keliling di malam lebaran, dari rumah ke rumah. Ini sudah menjadi tradisi masyarakat Suku Lembak," kata Siti, Minggu (1/5/2022), malam.
Tradisi takbiran keliling dari satu rumah warga ke rumah ke warga, terang Siti, tetap terus dipertahankan sampai generasi-generasi penerus. "Tradisi ini sudah ada sejak saya lahir. Di keluarga besar kami selalu menggelar takbiran keliling dari rumah ke rumah," pungkas Siti.
(eyt)
Lihat Juga :