Kisah Yang Chil-seong, Pejuang Kemerdekaan Indonesia asal Korea yang Merepotkan Belanda

Rabu, 27 April 2022 - 05:33 WIB
loading...
Kisah Yang Chil-seong,...
Yang Chil-seong, pejuang kemerdekaan Indonesia asal Korea yang ditangkap Belanda di kaki Gunung Dora, perbatasan Garut-Tasikmalaya. Foto/gahetna.nl
A A A
Perjuangan kemerdekaan Indonesia tak hanya dilakukan oleh pemuda pemudi pribumi, namun juga dibantu sejumlah warga dari luar negeri yang kemudian menjadi bagian penting para pejuang.

Pejuang asal negara lain yang ikut membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia di antaranya bernama Yang Chil-seong yang lahir di Korea pada 29 Mei 2019.

Baca juga: Kisah Kapten Lukas Kustaryo Pentolan Siliwangi yang Diburu Tentara Belanda

Kisahnya menjadi bagian penting perjuangan merebut Kemerdekaan dimulai saat ditugaskan oleh penjajah Jepang di Indonesia. Dikutip dari world.kbs, Yang Chil-seong dipekerjakan sebagai penjaga tawanan perang tentara Sekutu di Bandung, Jawa Barat pada sekitar tahun 1942.

Yang Chil-seong yang memiliki nama Indonesia yakni Komarudin dan nama Jepang sebagai Shichisei Yanagawa ini dipekerjakan Jepang yang saat itu menjajah Indonesia dan Korea. Pada masa itu, Jepang ingin memperkuat wilayah jajahannya di kawasan Asia Tenggara.

Pasca kemerdekaan Korea dan Indonesia pada 1945, Yang Chil-seong ternyata memilih tetap tinggal di Indonesia dan berganti nama menjadi Komarudin. Dia pun memutuskan memeluk agama Islam.

Nah, usai Jepang kalah dan tentara kolonial Belanda datang kembali ke Indonesia untuk melancarkan agresi militer, Yang Chil-seong pun pergi ke wilayah Garut.

Baca juga: Kisah Entong Gendut, Pendekar Betawi yang Melawan Penjajah dengan Kelewang

Yang Chil-seong saat itu pergi bersama dua tentara Jepang, yakni Hasegawa (Abubakar) dan Masahiro Aoki (Usman) ke Garut untuk bergabung dengan para pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam kelompok Pasukan Pangeran Papak.

Kelompok pasukan ini berasal dari Markas Besar Gerilya Galunggung (MBGG) yang bermarkas di daerah Wanaraja, Garut dan dipimpin oleh Mayor Kosasih.

Aksi ketiga pejuang ini sangat merepotkan tentara kolonial Belanda. Misalnya saat Yang Chil-seong dan kawan-kawan berhasil menghancurkan jembatan Cimanuk sehingga Belanda gagal masuk dan menguasai kawasan Wanaraja.

Selain itu, Yang Chil-seong yang memiliki kemampuan senjata cukup baik juga ikut dalam pertempuran terkenal Bandung Lautan Api.

Sepak terjang Yang Chil-seong bersama para pejuang yang tergabung dalam Pasukan Pangeran Papak membuat repot tentara kolonial Belanda.

Belanda pun kemudian mengerahkan pasukan dalam jumlah besar ke Garut untuk memadamkan perjuangan para pejuang kemerdekaan. Kedatangan pasukan Belanda dihadapi oleh Yang Chil-seong dan personel Pasukan Pangeran Papak lainnya.

Oleh karena kekuatan pasukan Belanda yang begitu besar, maka Yang Chil-seong dan kawan-kawan mundur dan bersembunyi.

Sayangnya, keberadaan Yang Chil-seong, Abubakar, Usman, dan pejuang Indonesia bernama Djoehana di Desa Parentas yang lereng Gunung Dora, perbatasan Garut-Tasikmalaya terendus pasukan Belanda.

Informasi keberadaan mereka seperti dilansir dari arsipindonesia, diketahui Belanda dari mata-mata atau telik sandi pribumi.



Mereka pun kemudian ditangkap pasukan Belanda. Yang Chil-seong, Abubakar, Usman tanpa ampun kemudian dieksekusi mati di kawasan Kerkhoff, Garut pada 10 Agustus 1949. Sedangkan Djoehana dihukum penjara seumur hidup.

Jasad ketiga pejuang kemerdekaan Indonesia itu dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Pasir Pogor dan kemudian pada 1975 dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Tenjolaya, Garut.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
FGD Sespimma Polri Angkatan...
FGD Sespimma Polri Angkatan ke-75, Perkuat Community Policing Atasi Geng Motor di Garut
PLN Salurkan Alat Deteksi...
PLN Salurkan Alat Deteksi Dini Risiko Kehamilan untuk Layanan Masyarakat di Garut
PDIP Tegaskan Dukungan...
PDIP Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina Amanat Konstitusi dan Hukum Internasional
Indonesia Butuh Nakhoda,...
Indonesia Butuh Nakhoda, Bukan Penguasa
Rekomendasi
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved