DP3AP2KB Maros Gelar Kegiatan Kemitraan Kampung KB
Senin, 25 April 2022 - 18:10 WIB
loading...
DP3AP2KB Kabupaten Maros menggelar kegiatan penguatan kemitraan Kampung Keluarga Berancana (KB), Senin (25/4/2022). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Maros menggelar kegiatan penguatan kemitraan Kampung Keluarga Berancana (KB).
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Senin (25/4/2022). Kegiatan ini dalam rangka percepatan penurunan stunting khususnya di Kabupaten Maros.
Baca juga: Serahkan 7 Alsintan, Bupati Harap Produksi Pertanian Meningkat
Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, butuh sinergi dalam langkah penurunan angka stunting.
"Yang menjadi kunci utama adalah sinergitas yang konkrit. Persoalan stunting bukan hanya tugas anggota kampung KB saja," katanya.
Chaidir melanjutkan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kelahiran (HPK).
Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja keras agar target yang ditetapkan pemerintah pusat, yaitu angka stunting 14 persen di tahun 2024 dapat tercapai.
"Kita punya PR yang besar. Butuh aksi maksimal, sebab langkah penurunan stunting ini untuk menyiapkan generasi yang berkualitas ke depan," lanjutnya.
Baca juga:Bupati Maros: Silahkan Pulang Kampung, Tapi Jangan Gunakan Randis
Dirinya menyebutkan, telah terbentuk 24 Kampung KB di Kabupaten Maros. Ke depan pihaknya akan terus berupaya agar seluruh desa/kelurahan se-Kabupaten Maros memiliki kampung KB.
"Ke depan semua desa/kelurahan wajib memiliki Kampung KB. Ini menyusul Tim Penanggulangan Stunting (TPS) yang sudah lengkap di tiap desa dan kelurahan. Kampung KB dan TPS ini yang nanti akan saling bekerja sama di lapangan," bebernya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Sulsel, Yoseph Upa menjelaskan, dalam upaya pencegahan stunting , perlu dilakukan pendampingan pada kelompok sasaran.
"Kelompok sasaran perlu disadarkan akan pentingnya keluarga berencana, keluarga sejahtera, dan keluarga sehat," jelasnya.
Kegiatan ini ungkap Yoseph merupakan kegiatan berkesinambungan. Dirinya menerangkan, Kampung KB merupakan milik bersama. Sebab itu, orang-orang di dalamnya harus saling berkontribusi untuk mencapai tujuannya, yakni meningkatkan kualitas hidup, meraih kesejahteraan, serta mempercepat penurunan stunting .
Baca juga: Pemkab Maros Gelontorkan Rp1,3 Miliar untuk Beasiswa 866 Mahasiswa
"Salah satu program yang bisa dilakukan adalah dapur sehat atasi stunting atau yang sering disebut DAHSAT. Program ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa atau kelurahan sebagai upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting," bebernya.
Peserta yang hadir dalam kegiatan penguatan kemitraan Kampung KB merupakan kepala dinas, camat, dan lurah dengan total 45 peserta.
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Senin (25/4/2022). Kegiatan ini dalam rangka percepatan penurunan stunting khususnya di Kabupaten Maros.
Baca juga: Serahkan 7 Alsintan, Bupati Harap Produksi Pertanian Meningkat
Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, butuh sinergi dalam langkah penurunan angka stunting.
"Yang menjadi kunci utama adalah sinergitas yang konkrit. Persoalan stunting bukan hanya tugas anggota kampung KB saja," katanya.
Chaidir melanjutkan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kelahiran (HPK).
Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja keras agar target yang ditetapkan pemerintah pusat, yaitu angka stunting 14 persen di tahun 2024 dapat tercapai.
"Kita punya PR yang besar. Butuh aksi maksimal, sebab langkah penurunan stunting ini untuk menyiapkan generasi yang berkualitas ke depan," lanjutnya.
Baca juga:Bupati Maros: Silahkan Pulang Kampung, Tapi Jangan Gunakan Randis
Dirinya menyebutkan, telah terbentuk 24 Kampung KB di Kabupaten Maros. Ke depan pihaknya akan terus berupaya agar seluruh desa/kelurahan se-Kabupaten Maros memiliki kampung KB.
"Ke depan semua desa/kelurahan wajib memiliki Kampung KB. Ini menyusul Tim Penanggulangan Stunting (TPS) yang sudah lengkap di tiap desa dan kelurahan. Kampung KB dan TPS ini yang nanti akan saling bekerja sama di lapangan," bebernya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Sulsel, Yoseph Upa menjelaskan, dalam upaya pencegahan stunting , perlu dilakukan pendampingan pada kelompok sasaran.
"Kelompok sasaran perlu disadarkan akan pentingnya keluarga berencana, keluarga sejahtera, dan keluarga sehat," jelasnya.
Kegiatan ini ungkap Yoseph merupakan kegiatan berkesinambungan. Dirinya menerangkan, Kampung KB merupakan milik bersama. Sebab itu, orang-orang di dalamnya harus saling berkontribusi untuk mencapai tujuannya, yakni meningkatkan kualitas hidup, meraih kesejahteraan, serta mempercepat penurunan stunting .
Baca juga: Pemkab Maros Gelontorkan Rp1,3 Miliar untuk Beasiswa 866 Mahasiswa
"Salah satu program yang bisa dilakukan adalah dapur sehat atasi stunting atau yang sering disebut DAHSAT. Program ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa atau kelurahan sebagai upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting," bebernya.
Peserta yang hadir dalam kegiatan penguatan kemitraan Kampung KB merupakan kepala dinas, camat, dan lurah dengan total 45 peserta.
(luq)
Lihat Juga :