Gawat! Harimau Sumatera di Jambi Kurang dari 200 Ekor Akibat Konflik dengan Manusia
Minggu, 24 April 2022 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
"Harimau tersebut masih berusia 8-10 tahun dengan berat badan mencapai 40 kg, dengan panjang keselurujan 217 cm, panjang taring atas 6,2 cm, panjang taring bawah 3,5 cm," ungkapnya. Baca: Goa Sunyaragi Jadi Rest Area, Pemudik Bisa Istirahat Sambil Berwisata.
Rahmad menambahkan, konflik ini terjadi di kebun masyarakat dengan status lahan Areal Penggunaan Lain (APL) berjarak sekira 1-2 km dari hutan produksi (HP) sekira 20 km dari kawasan TNKS.
"Sejak terjadinya konflik antara manusia dengan Datuk ini, sudah ada 11 ekor kambing dimangsa, dengan rincian 9 ekor di Desa Nalo Gedang 2 ekor di Desa Baru Nalo dan 2 ekor sapi," tuturnya. Baca Juga: Kendaraan Mengular di Pintu Keluar Tol Pejagan karena Ada Pasar Tumpah.
Namun, dia tidak menyebut pasti, penyebab harimau tersebut keluar dari kawasan hutan. Dirinya hanya menyebut, adanya aktivitas manusia diduga sedang melakukan aktifitas tambang ilegal di kawasan hutan tersebut, hingga membuat hariamau terganggu dan turun dari hutan habitatnya.
Rahmad menambahkan, konflik ini terjadi di kebun masyarakat dengan status lahan Areal Penggunaan Lain (APL) berjarak sekira 1-2 km dari hutan produksi (HP) sekira 20 km dari kawasan TNKS.
"Sejak terjadinya konflik antara manusia dengan Datuk ini, sudah ada 11 ekor kambing dimangsa, dengan rincian 9 ekor di Desa Nalo Gedang 2 ekor di Desa Baru Nalo dan 2 ekor sapi," tuturnya. Baca Juga: Kendaraan Mengular di Pintu Keluar Tol Pejagan karena Ada Pasar Tumpah.
Namun, dia tidak menyebut pasti, penyebab harimau tersebut keluar dari kawasan hutan. Dirinya hanya menyebut, adanya aktivitas manusia diduga sedang melakukan aktifitas tambang ilegal di kawasan hutan tersebut, hingga membuat hariamau terganggu dan turun dari hutan habitatnya.
(nag)
Lihat Juga :