Kisah Kapten Lukas Kustaryo Pentolan Siliwangi yang Diburu Tentara Belanda

Minggu, 24 April 2022 - 05:51 WIB
loading...
A A A
Tanpa ampun, tentara Belanda menembaki para penduduk itu. Sebanyak 431 pria Kampung Rawagede tewas di ujung peluru. Penembakan oleh tentara Belanda berlangsung sejak pukul 04.00 hingga pukul 16.00.

Salah seorang saksi mata pembantaian Rawagede 1947 silam, Cawi kepada Sindonews.com juga menceritakan detik-detik peristiwa mengerikan. "Saya masih ingat. Setiap orang yang ada di sana pasti masih ingat. Tapi, saya tidak dendam. Saat ini, tidak ada rasa benci di hati saya kepada Belanda," ungkapnya di acara Peringatan pembantaian Rawagede, Jumat 9 Desember 2011 silam.

Malam sebelum kejadian, 8 Desember 1947, Cawi bersama suaminya, Bitol tidak ada firasat apa-apa. Sekitar pukul 4 pagi, seperti biasa, Bitol menjalankan aktifitas seperti biasa sebagai petani. “Sebelum keluar rumah, suami saya cuma bilang, jangan keluar rumah kalau ada apa-apa,” kata Cawi menirukan ucapan suaminya.

Pagi itu, awalnya Cawi hanya mendengar letusan senapan Belanda dari kejauhan. Namun, lama kelamaan suara senapan itu terdengar dekat. Dirinya yakin Belanda sudah menduduki desanya pada pukul 4 pagi.

Baca juga: Saya tak dendam kepada Belanda

Suara senapan menurut Cawi tidak pernah berhenti sepanjang hari. Sesekali, dirinya pun mendengar suara mortir dan meriam Belanda. Tiba-tiba suara senapan berhenti. Itu sekitar pukul 4 sore. “Waktu itu saya nggak tahu maksud Belanda datang ke Rawagede. Suara tembakan Belanda baru berhenti jam 4 sore. Suami saya pun belum terdengar batang hidungnya,” katanya.

Sesaat kemudian, Cawi mendengar suara tetangga datang ke rumahnya. Dengan teriakannya, tetangganya itu mengatakan kalau banyak mayat di lapangan. Cawi pun sadar, seluruh pria di Rawagede tewas di tangan tentara Belanda. “Suami saya juga tewas. Ada yang bilang sama saya lokasi tewasnya Bitol,” ucapnya.

Tak lama kemudian, sebelum magrib, Kapten Lukas Kustaryo datang ke Rawagede. Menurut Cawi, Lukas menangis saat melihat warga Rawagede dibantai Belanda. Lukas pun bilang sama warga Rawagede bakal membangun monumen.

Cawi mengatakan, dirinya baru pertama kali bertemu Kapten Lukas. Sebelumnya, dirinya belum pernah mendengar nama Lukas. “Saya juga baru tahu kalau Kapten Lukas sehari sebelum pembantaian menginap di Rawagede,” ujarnya.

Kapten Lukas sendiri tidak mengetahui terjadi pembantaian di Rawagede. Kapten Lukas pun berkali-kali memohon maaf kepada warga karena kedatangannya di Rawagede telah memicu terjadinya pembantaian itu. “Kapten Lukas minta maaf kepada warga. Karena dirinya warga Rawagede jadi korban,” tandas Cawi.

Kapten Lukas Kustaryo lahir di Magetan 1920 dan meninggal dunia pada tanggal, 8 Juni 1997 dia pun dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cipanas.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
Pengembangan Usaha Kreatif,...
Pengembangan Usaha Kreatif, Mahasiswa UMB Raih Juara Nasional UNEX 2026 di Karawang
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Menikmati Akhir Pekan...
Menikmati Akhir Pekan Romantis di Karawang, dari Ofuro Hingga Kuliner Khas Jepang
Rekomendasi
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Prabowo Minta Aparat...
Prabowo Minta Aparat Introspeksi Diri: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan!
Pendaftaran Akun KIP...
Pendaftaran Akun KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka hingga 31 Oktober, Simak Caranya
Berita Terkini
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Hakim Jadwalkan Putusan Praperadilan ke-2 Roy Suryo pada 20 Juli 2026
Partai Perindo Hadirkan...
Partai Perindo Hadirkan Sembako Murah melalui Program Warung Kita
Brimob Bersenjata Jaga...
Brimob Bersenjata Jaga Ketat Gedung Promoter Polda Metro Jaya Jelang Konferensi Pers Tiga Kasus Korupsi
Transformasi Transportasi,...
Transformasi Transportasi, Jumlah Penumpang KAI Naik 10 Persen
Persoalkan Penerapan...
Persoalkan Penerapan Pasal 32 UU ITE, Roy Suryo Minta Status Tersangka Tidak Sah
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved