Arus Sungai Cipunagara Subang Deras, Pencarian Korban Sardi Dihentikan
Jum'at, 24 April 2020 - 22:38 WIB
loading...
Personel Basarnas Bandung memantau arus air Sungai Cipunagara yang cukup deras sehingga menyulitkan pencarian korban Sardi. Foto/Humas Basarnas Bandung
A
A
A
SUBANG - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban Sardi (53) yang diduga tenggelam dan hanyut di Sungai Cipunagara, Kabupaten Subang, dihentikan.
Pasalnya, setelah operasi search and rescue (SAR) yang telah berlangsung selama satu pekan sejak 18 April hingga 24 April 2020, tak juga membuahkan hasil.
Korban Sardi warga Kampung Nyalindung RT 014/004, Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, sampai saat ini belum ditemukan.
Meski begitu, tim SAR akan terus memantau jika mendapat laporan penemuan jasad korban, petugas segera meluncur untuk melakukan evakuasi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR atau Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung Rudi mengatakan, operasi pencarian dinilai sudah tidak efektif dengan mempertimbangkan banyak faktor teknis di lapangan, seperti medan pencarian dan kondisi tim di lapangan.
Berdasarkan evaluasi tim bersama seluruh unsur gabungan di lapangan, kata Rudi, operasi pencarian telah dilakukan secara maksimal, namun masih nihil.
"Berbagai kendala di lapangan antara lain, lebarnya sungai atau area pencarian, arus Sungai Cipunagara sangat deras. Banyak cabang menuju muara sungai, cuaca berubah-ubah di sekitar lokasi pencarian dan sering terjadi naik dan turun debit air secara tiba- tiba. Kondisi ini menyulitkan upaya pencarian," kata Rudi.
Pasalnya, setelah operasi search and rescue (SAR) yang telah berlangsung selama satu pekan sejak 18 April hingga 24 April 2020, tak juga membuahkan hasil.
Korban Sardi warga Kampung Nyalindung RT 014/004, Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, sampai saat ini belum ditemukan.
Meski begitu, tim SAR akan terus memantau jika mendapat laporan penemuan jasad korban, petugas segera meluncur untuk melakukan evakuasi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR atau Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung Rudi mengatakan, operasi pencarian dinilai sudah tidak efektif dengan mempertimbangkan banyak faktor teknis di lapangan, seperti medan pencarian dan kondisi tim di lapangan.
Berdasarkan evaluasi tim bersama seluruh unsur gabungan di lapangan, kata Rudi, operasi pencarian telah dilakukan secara maksimal, namun masih nihil.
"Berbagai kendala di lapangan antara lain, lebarnya sungai atau area pencarian, arus Sungai Cipunagara sangat deras. Banyak cabang menuju muara sungai, cuaca berubah-ubah di sekitar lokasi pencarian dan sering terjadi naik dan turun debit air secara tiba- tiba. Kondisi ini menyulitkan upaya pencarian," kata Rudi.
Lihat Juga :