Terungkap, Pistol yang Dipakai Menembak Mati Pegawai Dishub Makassar Ternyata Milik Oknum Brimob
Jum'at, 22 April 2022 - 15:25 WIB
loading...
Pistol revolver yang digunakan untuk menembak mati anggota Dishub Kota Makassar Najamuddin Sewang ternyata milik oknum polisi yang berdinas di Brimob Polda Sulsel. Foto/SINDOnews/Ansar Jumasang
A
A
A
MAKASSAR - Asal usul senjata api jenis pistol revolver yang digunakan untuk menembak mati anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar,Najamuddin Sewang terungkap. Pistol maut tersebut milik oknum polisi yang berdinas di Brimob Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial CA alias AKM, dan bukan berasal dari jaringan teroris.
Para tersangka sempat mengelahui penyidik dengan mengaku bahwa pistol yang digunakan untuk menembak mati korban Najamuddin Sewang dibeli dari jaringan teroris itu ternyata milik CA.
Baca juga: Sosok R, Janda Cantik Pegawai Dishub yang Jadi Rebutan Kasatpol PP Makassar
Terkuaknya kepemilikan pistol ini berawal saat Polda Sulsel meluruskan pernyataan sebelumnya yang mengatakan pistol dipakai menembak mati korban Najamuddin dibeli pelaku dari jaringan teroris melalui online. Pistol itu ternyata milik oknum polisi inisial CA yang jadi tersangka dalam kasus ini.
"Tidak ada itu pistol dibeli dari jaringan teroris. Itu informasi awalnya gitu, tapi setelah didalami informasi itu nggak benar," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana, Jumat (22/4/2022).
Dia menambahkan, CA selaku pemilik pistol maut tersebut diduga mengelabui penyidik saat dimintai keterangan.
Para tersangka sempat mengelahui penyidik dengan mengaku bahwa pistol yang digunakan untuk menembak mati korban Najamuddin Sewang dibeli dari jaringan teroris itu ternyata milik CA.
Baca juga: Sosok R, Janda Cantik Pegawai Dishub yang Jadi Rebutan Kasatpol PP Makassar
Terkuaknya kepemilikan pistol ini berawal saat Polda Sulsel meluruskan pernyataan sebelumnya yang mengatakan pistol dipakai menembak mati korban Najamuddin dibeli pelaku dari jaringan teroris melalui online. Pistol itu ternyata milik oknum polisi inisial CA yang jadi tersangka dalam kasus ini.
"Tidak ada itu pistol dibeli dari jaringan teroris. Itu informasi awalnya gitu, tapi setelah didalami informasi itu nggak benar," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana, Jumat (22/4/2022).
Dia menambahkan, CA selaku pemilik pistol maut tersebut diduga mengelabui penyidik saat dimintai keterangan.
Lihat Juga :