TKA di Nagan Raya Aceh Berpakaian Ala Militer China, Ini Faktanya

Rabu, 20 April 2022 - 15:11 WIB
loading...
TKA di Nagan Raya Aceh Berpakaian Ala Militer China, Ini Faktanya
Seorang tenaga kerja asing (TKA di PLTU) 3-4 Nagan Raya menghebohkan warga Aceh setelah menggunakan seragam mirip militer China dan videonya viral di medsos. Foto/iNews TV/Afsah
A A A
NAGAN RAYA - Seorang tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di sebuah perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4 di Kabupaten Nagan Raya menghebohkan warga Aceh setelah menggunakan seragam mirip militer China dan videonya viral di media sosial atau medsos.

TKA di Nagan Raya Aceh Berpakaian Ala Militer China, Ini Faktanya


Video amatir itu merekam seorang TKA asal China berseragam ala-ala militer di pos pengamanan pintu masuk PLTU 3-4 di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Baca juga: Tolak TKA China, Massa Demonstran Sandera Mobil Dinas

Rekaman video amatir yang berdurasi tujuh detik ini sempat menghebohkan warga. Apalagi seragam yang digunakan tka tersebut mirip seragam milik militer China.

Menanggapi kegaduhan video TKA China tersebut, Dandim 0116 Nagan Raya, Letkol Inf Tony Setyo Widodo
langsung memeriksa dan memastikan keberadaannya.

"Dari hasil pemeriksaan TKA yang bernama Wang Yun Shou itu ternyata bukan militer China. Namun hanya seorang pekerja teknis di perusahaan tersebut," katanya, Rabu (20/4/2022).

Meski seragam tersebut tidak ada kaitannya dengan militer, namun Dandim 0116 Nagan Raya meminta agar pekerja di perusahaan tersebut tidak menggunakannya lagi. Hal itu supaya tidak terjadi kegaduhan di tengah masyarakat.

Baca juga: TKA China Diperlakukan Baik, Mengapa TKI Tak Dilindungi

Sementara itu, Wasdik Kantor Imigrasi Kelas II B Meulaboh, Iskandar menyatakan bahwa TKA China yang viral tersebut merupakan pekerja di perusahaan PLTU 3-4. Selain itu, TKA tersebut bukan anggota militer China, termasuk seragam yang digunakan.



Kini, TKA tersebut telah pulangkan ke negara asalnya setelah videonya viral di media sosial dengan seragam mirip militer China.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1171 seconds (10.101#12.26)