Memilukan! Akibat Jalan Rusak Warga di Sikka Harus Jalan Kaki Panggul Peti Jenazah Sejauh 9 Km
Rabu, 20 April 2022 - 08:06 WIB
loading...
Akibat jalan rusak, warga di Dusun Kajuwain, Desa Wailamung, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, terpaksa berjalan kaki memanggul peti jenazah sejauh 9 km. Foto/iNews TV/Joni Nura
A
A
A
SIKKA - Cerita memilukan terjadi di Dusun Kajuwain, Desa Wailamung, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT. Akibat jalan rusak di dusun tersebut, mereka harus berjalan kaki memanggul peti jenazah sejauh 9 km, saat akan membawa warga yang meninggal dunia.
Baca juga: Tolak Pembongkaran Portal, Puluhan Emak-emak Geruduk Kantor Lurah di Medan
Bukan hanya itu, para pengguna jalan harus bertaruh nyawa untuk melintasi jalan yang penuh lubang dan rusak parah tersebut. Bahkan, jenazah yang hendak mereka makamkan, merupakan seorang ibu rumah tangga yang mengalami kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak tersebut.
Ibu rumah tangga yang diketahui bernama Elisabeth Wewe (69) tersebut, meninggal dunia saat melakukan perjalanan untuk mengambil bantuan pangan non tunai (BPNT). Gara-gara jalan yang rusak parah, ambulans pengangkut jenazah tidak bisa menuju ke rumah duka.
Baca juga: Mencekam! Tengah Malam Massa Kepung Rumah Dinas Sekda Pamekasan Tuntut Penundaan Pilkades
Jenazah tersebut akhirnya diturunkan di ujung desa, lalu diangkat secara bergantian oleh warga, sambil berjalan kaki melintasi jalan yang kondisinya rusak parah. Lebih menyedihkan lagi, proses evakuasi peti jenazah itu dilakukan di bawah guyuran hujan lebat.
Baca juga: Tolak Pembongkaran Portal, Puluhan Emak-emak Geruduk Kantor Lurah di Medan
Bukan hanya itu, para pengguna jalan harus bertaruh nyawa untuk melintasi jalan yang penuh lubang dan rusak parah tersebut. Bahkan, jenazah yang hendak mereka makamkan, merupakan seorang ibu rumah tangga yang mengalami kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak tersebut.
Ibu rumah tangga yang diketahui bernama Elisabeth Wewe (69) tersebut, meninggal dunia saat melakukan perjalanan untuk mengambil bantuan pangan non tunai (BPNT). Gara-gara jalan yang rusak parah, ambulans pengangkut jenazah tidak bisa menuju ke rumah duka.
Baca juga: Mencekam! Tengah Malam Massa Kepung Rumah Dinas Sekda Pamekasan Tuntut Penundaan Pilkades
Jenazah tersebut akhirnya diturunkan di ujung desa, lalu diangkat secara bergantian oleh warga, sambil berjalan kaki melintasi jalan yang kondisinya rusak parah. Lebih menyedihkan lagi, proses evakuasi peti jenazah itu dilakukan di bawah guyuran hujan lebat.
Lihat Juga :