Hari Hemofilia, Dr Salim Dorong Pemerintah Tingkatkan Bantuan Biaya Pengobatan
Minggu, 17 April 2022 - 14:20 WIB
loading...
Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr Salim Segaf al-Jufri. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Jumlah penyandang penyakit pembekuan darah Hemofilia di Indonesia semakin meningkat. Dari data Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia, saat ini secara statistik jumlah pasien sudah mencapai angka lebih dari 25 ribu orang meskipun yang tercatat hanya 10 persennya saja.
Jauhnya angka yang tercatat dengan realitas di lapangan, salah satunya disebabkan oleh rendahnya pelaporan kasus yang diakibatkan oleh minimnya pelayanan screening yang belum bisa dilakukan di seluruh rumah sakit.
Menurut Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr Salim Segaf al-Jufri, penyakit hemofilia jika dibiarkan akan berakibat cacat permanen dan bahkan kematian pada pasiennya.
Baca Juga: Muzayyin Tegaskan PKS Selaras dengan Aspirasi Demonstran di Sulsel
Oleh karena itu, upaya pencegahan sedini mungkin khususnya saat masih anak-anak perlu menjadi perhatian khusus baik bagi pihak keluarga maupun pemerintah agar jumlah penderitanya di masa depan bisa ditekan.
Jauhnya angka yang tercatat dengan realitas di lapangan, salah satunya disebabkan oleh rendahnya pelaporan kasus yang diakibatkan oleh minimnya pelayanan screening yang belum bisa dilakukan di seluruh rumah sakit.
Menurut Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr Salim Segaf al-Jufri, penyakit hemofilia jika dibiarkan akan berakibat cacat permanen dan bahkan kematian pada pasiennya.
Baca Juga: Muzayyin Tegaskan PKS Selaras dengan Aspirasi Demonstran di Sulsel
Oleh karena itu, upaya pencegahan sedini mungkin khususnya saat masih anak-anak perlu menjadi perhatian khusus baik bagi pihak keluarga maupun pemerintah agar jumlah penderitanya di masa depan bisa ditekan.
Lihat Juga :