Tangkap Ikan di Perairan Terlarang, 1 Kapal Nelayan Dibakar, 2 Lainnya Kabur
Selasa, 12 April 2022 - 07:49 WIB
loading...
Satu dari tiga kapal nelayan asal Pulau Jawa dibakar di Pantai Swarangan, Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan oleh nelayan setempat, Senin (11/4/2022). Foto S?INDOnews
A
A
A
PELAIHARI - Satu dari tiga kapal nelayan asal Pulau Jawa dibakar di Pantai Swarangan, Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan oleh nelayan setempat, Senin (11/4/2022). Kapal tersebut dibakar lantaran menangkap ikan terlalu dekat dengan garis pantai yang menjadi wilayah tangkapan nelayan tradisional.
Syahril, nelayan tradisional asal Desa Swarangan mengatakan,pembakaran itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB atau 12.00 Wita, tidak jauh dari Pantai Swarangan, Desa Swarangan, Kecamatan Jorong. Kapal yang dibakar Wahyu Mina Barokah IV berasal dari Rembang, Jawa Tengah.
Syahril mengakui, pihaknya beberapa kali memergoki kapal nelayan tersebut. Pihaknya sudah melarang dan meminta agar mereka menjauh dari garis pantai. Namun, mereka kembali lagi beroperasi saat nelayan Kalsel lengah. Baca juga: Ketum Golkar Airlangga Hartarto: Semoga Bantuan Tunai Jadi Kado Indah di Hari Nelayan Nasional
Sebenarnya, lanjut Syahril, pihaknya tidak berniat untuk membakar kapal tersebut. Mereka sebelumnya hanya ingin mengamankan tiga kapal nelayan yang kedapatan beroperasi terlalu dekat dengan garis pantai. "Rencananya kapal-kapal itu akan digiring dan diserahkan kepada pihak terkait, salah satunya Satpolairud Polres Tala," ungkap Syahril.
Namun, saat akan digiring ke pihak berwajib, dua kapal berhasil melarikan diri dan menakuti nelayan lokal. "Kami jadi emosi setelah dua kapal lainnya kabur dan teman-teman ada yang mendengar dari kapal yang kabur itu suara tembakan,” tandas Syahril.
Namun, lanjut Syahril, Wahyu Mina Barokah IV dibakar, pihaknya mengevakuasi 17 awak kapal termasuk nahkoda selamat ke dua kapal milik nelayan lokal. "Mereka semua selamat," imbuhnya.
Syahril, nelayan tradisional asal Desa Swarangan mengatakan,pembakaran itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB atau 12.00 Wita, tidak jauh dari Pantai Swarangan, Desa Swarangan, Kecamatan Jorong. Kapal yang dibakar Wahyu Mina Barokah IV berasal dari Rembang, Jawa Tengah.
Syahril mengakui, pihaknya beberapa kali memergoki kapal nelayan tersebut. Pihaknya sudah melarang dan meminta agar mereka menjauh dari garis pantai. Namun, mereka kembali lagi beroperasi saat nelayan Kalsel lengah. Baca juga: Ketum Golkar Airlangga Hartarto: Semoga Bantuan Tunai Jadi Kado Indah di Hari Nelayan Nasional
Sebenarnya, lanjut Syahril, pihaknya tidak berniat untuk membakar kapal tersebut. Mereka sebelumnya hanya ingin mengamankan tiga kapal nelayan yang kedapatan beroperasi terlalu dekat dengan garis pantai. "Rencananya kapal-kapal itu akan digiring dan diserahkan kepada pihak terkait, salah satunya Satpolairud Polres Tala," ungkap Syahril.
Namun, saat akan digiring ke pihak berwajib, dua kapal berhasil melarikan diri dan menakuti nelayan lokal. "Kami jadi emosi setelah dua kapal lainnya kabur dan teman-teman ada yang mendengar dari kapal yang kabur itu suara tembakan,” tandas Syahril.
Namun, lanjut Syahril, Wahyu Mina Barokah IV dibakar, pihaknya mengevakuasi 17 awak kapal termasuk nahkoda selamat ke dua kapal milik nelayan lokal. "Mereka semua selamat," imbuhnya.
Lihat Juga :