Atasi Krisis Minyak Goreng, Ridwan Kamil Luncurkan Aplikasi Pemirsa Budiman
Jum'at, 08 April 2022 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
Kang Emil juga mengatakan bahwa aplikasi ini tidak bisa langsung diakses oleh masyarakat, melainkan hanya oleh RW. Teknisnya, pihak RW mendata warganya yang membutuhkan migor kemudian memesan migor via aplikasi tersebut. Baca juga: Ridwan Kamil Optimistis Pandemi Jadi Endemi 2022, Siap Genjot Infrastruktur
"Kontrolnya RW, jadi tidak boleh pribadi-pribadi. RW-nya nanti yang tahu mana warganya yang membutuhkan. Sehingga, menengah ke atas dia ambil premium dan menengah ke bawah itu yang kita lindungi melalui sistem distribusi yang baru ini," katanya.
Kang Emil menambahkan, pemberdayaan Ketua RW dilakukan mengingat mereka sudah memilliki saluran komunikasi dengan Gubernur Jabar via Aplikasi Sapawarga. Dengan mengaktifkan layanan Pemirsa Budiman, warga bisa mengakses minyak goreng curah lewat 185.600 RT dan 48.147 RW se-Jabar.
"Inilah solusi yang datang dari kami, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan ibu-ibu, mudah-mudahan ini bisa membantu kenyamanan warga Jawa Barat," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, Iendra Sofyan mengatakan, layanan ini hanya dilakukan di masa darurat, terutama di tengah kondisi warga yang menghadapi lonjakan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) di bulan Ramadhan tahun ini.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya membantu warga mendapatkan akses pada minyak goreng yang terjangkau. Poin penting lainnya, selain berupaya memenuhi kebutuhan warga, pola konsumsi masyarakat terhadap minyak goreng pun bisa terkendali," terangnya.
Menurutnya, warga yang memesan migor curah via Pemirsa Budiman hanya dibatasi 3 kilogram per bulan per 1 kepala keluarga. Untuk mendapatkan migor ini, warga cukup membayar Rp15.500 per kilogram migor.
Iendra juga memastikan, harga ini ditetapkan dengan mengikuti aturan yang sangat ketat dari Kementerian Perdagangan dimana harga jual tidak bisa terlalu dalam dan rendah dari harga eceran tertinggi (HET).
"Kontrolnya RW, jadi tidak boleh pribadi-pribadi. RW-nya nanti yang tahu mana warganya yang membutuhkan. Sehingga, menengah ke atas dia ambil premium dan menengah ke bawah itu yang kita lindungi melalui sistem distribusi yang baru ini," katanya.
Kang Emil menambahkan, pemberdayaan Ketua RW dilakukan mengingat mereka sudah memilliki saluran komunikasi dengan Gubernur Jabar via Aplikasi Sapawarga. Dengan mengaktifkan layanan Pemirsa Budiman, warga bisa mengakses minyak goreng curah lewat 185.600 RT dan 48.147 RW se-Jabar.
"Inilah solusi yang datang dari kami, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan ibu-ibu, mudah-mudahan ini bisa membantu kenyamanan warga Jawa Barat," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, Iendra Sofyan mengatakan, layanan ini hanya dilakukan di masa darurat, terutama di tengah kondisi warga yang menghadapi lonjakan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) di bulan Ramadhan tahun ini.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya membantu warga mendapatkan akses pada minyak goreng yang terjangkau. Poin penting lainnya, selain berupaya memenuhi kebutuhan warga, pola konsumsi masyarakat terhadap minyak goreng pun bisa terkendali," terangnya.
Menurutnya, warga yang memesan migor curah via Pemirsa Budiman hanya dibatasi 3 kilogram per bulan per 1 kepala keluarga. Untuk mendapatkan migor ini, warga cukup membayar Rp15.500 per kilogram migor.
Iendra juga memastikan, harga ini ditetapkan dengan mengikuti aturan yang sangat ketat dari Kementerian Perdagangan dimana harga jual tidak bisa terlalu dalam dan rendah dari harga eceran tertinggi (HET).
Lihat Juga :