Karantina Pertanian Lepas Ekspor Perdana Dried Cocoon asal Sulsel ke India
Kamis, 07 April 2022 - 19:09 WIB
loading...
Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar melakukan pelepasan perdana ekspor komoditas dried cocoon alias kepompong kering, Kamis (7/4/2022) sore. Foto/SINDOnews/Tri Yari Kurniawan
A
A
A
MAKASSAR - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar melakukan pelepasan perdana ekspor komoditas dried cocoon alias kepompong kering, Kamis (7/4/2022) sore. Total ada 1.123 kilogram atau 1,1 ton dried cocoon asal Provinsi Sulsel, yang dikirim CV Massalangka Group ke India.
Ekspor perdana dried cocoon itu merupakan rangkaian ekspor nasional, yang dilepas oleh Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi, di Provinsi Jambi. Khusus Sulsel, total ada lebih 10 komoditas pertanian yang diekspor senilai Rp170 miliar yang dikirim ke 10 negara.
Baca Juga: Pacu Ekspor, Karantina Pertanian Makassar Siapkan Ragam Inovasi
Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir, mengaku cukup surprise dengan adanya ekspor komoditas baru dried cocoon. Pihaknya mengapresiasi CV Massalangka Group yang memperoleh buyer baru dari India, sehingga membuka pasar untuk komoditas unggulan baru asal Sulsel.
"Ini kami surprise, ini komoditas baru yang diekspor, dimana potensi Sulsel untuk dried cocoon luar biasa. Bisa diperoleh di Soppeng, Wajo dan Enrekang. Untuk ekspor kali ini nilainya berkisar Rp200 juta," kata dia.
Ekspor dried cocoon sangat menarik lantaran sebenarnya merupakan limbah dari cocoon yang telah diambil benangnya. Dried cocoon pun kini menjadi komoditas baru unggulan Sulsel untuk diekspor, yang diharapkan dapat terus menggeliat.
Lebih jauh, Lutfie menjelaskan dalam ekspor nasional kali ini, Sulsel melepas lebih dari 10 komoditas ke 10 negara. Adapun nilai ekspor mencapai Rp170 miliar yang dikumpulkan dalam pekan pertama April 2022. Ke depan, pihaknya akan terus menggenjot ekspor pertanian asal Sulsel dengan beragam inovasi.
Ekspor perdana dried cocoon itu merupakan rangkaian ekspor nasional, yang dilepas oleh Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi, di Provinsi Jambi. Khusus Sulsel, total ada lebih 10 komoditas pertanian yang diekspor senilai Rp170 miliar yang dikirim ke 10 negara.
Baca Juga: Pacu Ekspor, Karantina Pertanian Makassar Siapkan Ragam Inovasi
Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir, mengaku cukup surprise dengan adanya ekspor komoditas baru dried cocoon. Pihaknya mengapresiasi CV Massalangka Group yang memperoleh buyer baru dari India, sehingga membuka pasar untuk komoditas unggulan baru asal Sulsel.
"Ini kami surprise, ini komoditas baru yang diekspor, dimana potensi Sulsel untuk dried cocoon luar biasa. Bisa diperoleh di Soppeng, Wajo dan Enrekang. Untuk ekspor kali ini nilainya berkisar Rp200 juta," kata dia.
Ekspor dried cocoon sangat menarik lantaran sebenarnya merupakan limbah dari cocoon yang telah diambil benangnya. Dried cocoon pun kini menjadi komoditas baru unggulan Sulsel untuk diekspor, yang diharapkan dapat terus menggeliat.
Lebih jauh, Lutfie menjelaskan dalam ekspor nasional kali ini, Sulsel melepas lebih dari 10 komoditas ke 10 negara. Adapun nilai ekspor mencapai Rp170 miliar yang dikumpulkan dalam pekan pertama April 2022. Ke depan, pihaknya akan terus menggenjot ekspor pertanian asal Sulsel dengan beragam inovasi.
Lihat Juga :