KKP Kerahkan Satelit Awasi Penangkapan Ikan, Nelayan Natuna: Lawan Kapal Ikan Asing Saja Tak Mampu

Jum'at, 01 April 2022 - 12:55 WIB
loading...
KKP Kerahkan Satelit...
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengawal ketat program penangkapan terukur melalui pengawasan berbasis teknologi satelit. Foto/iNews TV/Alfie Al Rasyid
A A A
NATUNA - Program penangkapan ikan terukur, bakal dikawal ketat oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bahkan, segala sumber daya dikerahkan, salah satunya melalui pengawasan berbasis teknologi satelit.

Baca juga: Datangi Kantor KKP, Nelayan Natuna: Kami Bersumpah Ada Pertumpahan Darah

Selain itu, KKP juga akan mengoperasikan kapal pengawas disetiap zona dan terhubung dengan pesawat pemantau (air surveillance). Namun, upaya itu mendapatkan tanggapan pesimis dari Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Natuna, Henri.



Henri mengatakan, pengawasan berbasis teknologi satelit ini dianggap sia-sia kalau tidak ada tindakan dari KKP untuk memberi sanksi tegas. Menurutnya, teknologi seperti ini pernah disosialisasikan untuk monitoring kapal cantrang, namun tidak ada eksekusi dari KKP. "Mengawasi kapal ikan asing saja mereka tidak mampu. Apalagi ditambah beban ini," katanya.

Baca juga: Brutal, Usai Bunuh Anggota TNI dan Bidan Istrinya, KKB juga Potong Jari Anak Balita

Sementara itu, menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, pengawasan berbasis teknologi tersebut bertujuan memastikan tidak terjadi praktik kecurangan dan penangkapan berlebih (overfishing). Penerapan penangkapan ikan terukur dengan pengawasan yang ketat ini, merupakan komitmen KKP untuk melaksanakan tata kelola perikanan yang berkelanjutan.

"Ada teknologi satelit, dan kapal pengawas di setiap zona, serta terkoneksi dengan pesawat pemantau (air surveillance), sehingga tidak ada praktik penangkapan ikan yang melebihi kuota," ujar Sakti Wahyu Trenggono.

Pemantauan berbasis satelit ini sedang dalam proses pengembangan. Nantinya teknologi ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi praktik penangkapan ikan yang dilakukan secara ilegal, dan bahkan mampu mendeteksi sampah yang dibuang ke laut.

KKP Kerahkan Satelit Awasi Penangkapan Ikan, Nelayan Natuna: Lawan Kapal Ikan Asing Saja Tak Mampu


Teknologi pemantauan berbasis teknologi tersebut, diharapkan mulai bisa beroperasi pada tahun ini, bersamaan dengan penerapan penangkapan ikan terukur. Sakti Wahyu Trenggono juga menampik anggapan bahwa penangkapan ikan terukur ini bersifat eksploitatif.

"Ini yang perlu diluruskan. Jadi, penangkapan ikan terukur ini justru untuk mengubah perilaku eksploitatif melalui penerapan kuota sesuai kaidah saintifik. Lalu diawasi secara ketat dan apabila ada kelebihan penangkapan, kita berikan sanksi," tegas Sakti Wahyu Trenggono.

Baca juga: Usai Lepas Daster, Pasangan Mesum di Karawang Panik Pintu Kamar Hotel Digedor Satpol PP

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin menyampaikan, dalam mengawal program penangkapan ikan terukur, pihaknya akan mendorong penguatan sinergi dengan aparat penegak hukum lain.

Sinergitas tersebut mutlak diperlukan, mengingat pengawasan dan penegakan hukum di bidang kelautan dan perikanan ini bukan hanya menjadi ranah KKP. "Tentu kita akan semakin meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum lain, termasuk TNI AL, Bakamla, Polair dan Kejaksaan," kata Adin Nurawaluddin.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
BMKG Ingatkan Potensi...
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 13 Mei 2026
Ingin Nelayan Sejahtera,...
Ingin Nelayan Sejahtera, Prabowo: Bukan Kapal Asing yang Ambil Ikan di Laut Kita
Prabowo Tinjau Kampung...
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Saya Ingin Nelayan Sejahtera!
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan KKP Perkuat Penyediaan Energi bagi Nelayan
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Rekomendasi
Bakti BCA Kembali Buka...
Bakti BCA Kembali Buka Teacher Tech Championship 2026
Bisnis Indonesia Awards...
Bisnis Indonesia Awards Harapkan Pemenang Kategori Bisa Hadapi Tantangan di Tengah Situasi Dinamis
MNC Sekuritas Berikan...
MNC Sekuritas Berikan Welcome Reward Berupa Special Fee untuk Investor Baru
Berita Terkini
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
Jalankan Putusan Menag,...
Jalankan Putusan Menag, UIN Jakarta Resmi Integrasikan SMA/SMK Triguna Hari Ini
Koops TNI Habema Evakuasi...
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air Korban Penembakan di Yahukimo
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Perempuan Ditahan di Polda Jateng
Oknum Polisi di Jateng...
Oknum Polisi di Jateng Siksa Perempuan, Korban Disiram Air Keras hingga Dicekoki Narkoba
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Infografis
Lawan Houthi, AS akan...
Lawan Houthi, AS akan Kerahkan Kapal Induk Nuklir Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved