Pemegang Mandat Pancai Pao Soroti Aksi atas Nama Masyarakat Adat di Sorowako
Jum'at, 01 April 2022 - 11:47 WIB
loading...
A
A
A
“Sebab kehadiran perusahaan banyak manfaat yang kami rasakan, baik tentang kegiatan adat budaya, maupun kegiatan sosial serta yang lain. Apalagi tentang pemberdayaan yang dilakukan selama ini,” katanya.
Lanjut Abidin menjelaskan, kalaupun masih ada yang dianggap kurang, mungkin hanya malu atau sengaja menyembunyikan kebaikan perusahaan, ataukah orang itu dikarenakan sangat serakah, sehingga tidak pandai bersyukur.
"Di luar wilayah konsensi saja PT Vale berbuat, apalagi dalam wilayah pemberdayaannya. Kalaupun masih ada yang kurang, itu hanya karena ulah oknumnya saja, sebab tiap orang berbeda caranya dan tak menutup kemungkinan aturannya juga bisa berubah. Tergantung sikon atau kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Harus dipahami, kata Abidin, bahwa perusahaan bukan hanya datang di Sorowako untuk mengurus orang yang mengatas namakan dirinya 10 kelompok anak suku atau penduduk lokal.
“Justru kami berpendapat, apabila perusahaan banyak kesalahan atau kezaliman terhadap masyarakat lokal atau penduduk asli, berarti yang lemah adalah pemerintah, maka yang harus didemo pemerintah. Sebab masyarakat harus dilindungi pemerintah. Bukan dilindungi gabungan organisasi,” terangnya.
Baca Juga: Prioritaskan Warga Lokal, Disnakertrans Kolaka Apresiasi PT Vale
Sampai hari ini, Abidin melihat sikap pemerintah biasa-biasa saja menghadapi perusahaan. Tentu hal ini juga memberi pesan, jika sampai saat ini perusahaan dianggap tidak ada masalah, karena perusahaan tetap melakukan kegiatan seperti biasa.
“Kepada masyarakat tana Luwu, apalagi masyarakat lokal / penduduk asli, jangan mudah terpropokasi dengan issu yang muncul. Jangan sampai karena kebodohan, kita ikut-ikutan, akhirnya anak cucu serta keluarga sahabat kita yang sedang sibuk bekerja, harus kehilangan pekerjaan dikarenakan ada kelompok hanya sakit hati terhadap PT Vale ,” pungkasnya.
Lanjut Abidin menjelaskan, kalaupun masih ada yang dianggap kurang, mungkin hanya malu atau sengaja menyembunyikan kebaikan perusahaan, ataukah orang itu dikarenakan sangat serakah, sehingga tidak pandai bersyukur.
"Di luar wilayah konsensi saja PT Vale berbuat, apalagi dalam wilayah pemberdayaannya. Kalaupun masih ada yang kurang, itu hanya karena ulah oknumnya saja, sebab tiap orang berbeda caranya dan tak menutup kemungkinan aturannya juga bisa berubah. Tergantung sikon atau kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Harus dipahami, kata Abidin, bahwa perusahaan bukan hanya datang di Sorowako untuk mengurus orang yang mengatas namakan dirinya 10 kelompok anak suku atau penduduk lokal.
“Justru kami berpendapat, apabila perusahaan banyak kesalahan atau kezaliman terhadap masyarakat lokal atau penduduk asli, berarti yang lemah adalah pemerintah, maka yang harus didemo pemerintah. Sebab masyarakat harus dilindungi pemerintah. Bukan dilindungi gabungan organisasi,” terangnya.
Baca Juga: Prioritaskan Warga Lokal, Disnakertrans Kolaka Apresiasi PT Vale
Sampai hari ini, Abidin melihat sikap pemerintah biasa-biasa saja menghadapi perusahaan. Tentu hal ini juga memberi pesan, jika sampai saat ini perusahaan dianggap tidak ada masalah, karena perusahaan tetap melakukan kegiatan seperti biasa.
“Kepada masyarakat tana Luwu, apalagi masyarakat lokal / penduduk asli, jangan mudah terpropokasi dengan issu yang muncul. Jangan sampai karena kebodohan, kita ikut-ikutan, akhirnya anak cucu serta keluarga sahabat kita yang sedang sibuk bekerja, harus kehilangan pekerjaan dikarenakan ada kelompok hanya sakit hati terhadap PT Vale ,” pungkasnya.
(tri)
Lihat Juga :