BMS Target 2023 Pabrik Pertama Smalter Sudah Berfungsi
Senin, 28 Maret 2022 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Terkait target produksi, Zulkarnaen menyampaikan tahun 2023 targetnya 1 tungku sudah bisa memproduksi ferronikel.
Lanjut Zulkarnaen, BMS ini punya visi dan misi sampai 2030 punya 14 tungku atau 14 buah smalter atau pabrik yakni untuk pengelolaan sumber daya nikel, sumber daya hasil tambang dari Sulawesi Tenggara.
Sehingga dirinya menegaskan PT BMS atau pun PT Bukaka , membangun smalter di Bua tidak melakukan penambangan di Luwu. Perusahaan ini berfungsi mengelolah hasil tambang, sumber daya hasil tambang dan untuk dimurnikan atau diolah.
"Tahap 1 sudah jalan di awal Maret tahun 2022, kita sudah star konstruksi dengan target 2 tahun 6 bulan untuk 2 tungku atau pabrik jadi fase sekarang itu merupakan fase konstruksi pembangunan pabrik ferronikel dan nikel sulfat baterei get," sebutnya.
"Untuk tungku pertama ferronikel dengan kapasitas produksi 33.000 ton per tahun ditargetkan selesai tahun 2023 dan untuk tungku kedua nikel sulfat dengan kapasitas produksi 60.000 ton per tahun selesai pada pertengahan 2024 mendatang," lanjutnya.
Baca Juga: Gaungkan Kembali Paduan Suara, BMS Luncurkan Film Pendek Melodialog
Lanjut Zulkarnaen, BMS ini punya visi dan misi sampai 2030 punya 14 tungku atau 14 buah smalter atau pabrik yakni untuk pengelolaan sumber daya nikel, sumber daya hasil tambang dari Sulawesi Tenggara.
Sehingga dirinya menegaskan PT BMS atau pun PT Bukaka , membangun smalter di Bua tidak melakukan penambangan di Luwu. Perusahaan ini berfungsi mengelolah hasil tambang, sumber daya hasil tambang dan untuk dimurnikan atau diolah.
"Tahap 1 sudah jalan di awal Maret tahun 2022, kita sudah star konstruksi dengan target 2 tahun 6 bulan untuk 2 tungku atau pabrik jadi fase sekarang itu merupakan fase konstruksi pembangunan pabrik ferronikel dan nikel sulfat baterei get," sebutnya.
"Untuk tungku pertama ferronikel dengan kapasitas produksi 33.000 ton per tahun ditargetkan selesai tahun 2023 dan untuk tungku kedua nikel sulfat dengan kapasitas produksi 60.000 ton per tahun selesai pada pertengahan 2024 mendatang," lanjutnya.
Baca Juga: Gaungkan Kembali Paduan Suara, BMS Luncurkan Film Pendek Melodialog
Lihat Juga :