RTH Makassar Jauh dari Ideal, Disinyalir Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Senin, 28 Maret 2022 - 17:00 WIB
loading...
RTH Makassar Jauh dari...
Luasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Makassar masih sangat minim dan jauh dari target proporsi yang seharusnya. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Luasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Makassar masih sangat minim dan jauh dari target proporsi yang seharusnya. Kondisi itu disinyalir menjadi salah satu penyebab Kota Daeng kerap dilanda banjir.

Data yang dihimpun dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar , cakupan RTH di daerah ini baru berada di kisaran 9%. Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang, proporsi RTH kota minimal 30 persen dari total luasan wilayah.

Baca Juga: Tak Dapat Kucuran Anggaran, Pertumbuhan RTH Makassar Berjalan Lambat

"Tahun 2021 akhir kemarin RTH sudah berada di 9,07% dari total luas Kota Makassar ," ungkap Plt Kepala Bidang RTH, DLH Makassar, Novi Narilla.

Kata dia, angka tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya yang hanya 7,54%. Namun, kenaikan ini rupanya bukan didasarkan pada adanya penambahan lahan RTH baru.

"Sebenarnya penambahan itu bukan karena penambahan lahan RTH, tapi adanya lahan-lahan yang belum terhitung sebelumnya" jelasnya.

Novi mengaku, Makassar saat ini telah memiliki masterplan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang telah dijadikan acuan untuk mendorong bertambahnya RTH demi mencapai target yang diatur dalam undang-undang.

"Untuk mewujudkan hal itu, kami siapkan strategi penyusunan masterplan RTH . Kami susun step by step setiap tahunnya berapa persen RTH yang perlu ditambakan," bebernya.

Pemerintah sendiri menargetkan luasan ruang terbuka hijau telah melebihi 30 persen pada tahun 2034 mendatang. Perhitungannya didasarkan sejumlah indikator seperti jumlah penduduk, tingkat panas, juga luas lahan wilayah.

Baca Juga: RTH PDAM Makassar Siapkan Sarana Olahraga untuk Publik

"Di 2034 target kenaikannya sudah 30% RTH . Kalau dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, belum ada yang mencapai 15 persen. Hampir semua daerah seperti itu," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Selatan Muhammad Al Amin mengatakan, luasan RTH Makassar sangat jauh dari kata ideal. Hal ini menjadi salah satu penyebab banjir seringkali terjadi.

Padahal, salah satu fungsi ekologis nyata dari RTH adalah menjadi daerah resapan air. "Dengan kondisi RTH minim, praktis kemampuan tanah untuk menyerap air sangat rendah," katanya.

Sejauh ini, Amin menilai bahwa sejumlah daerah resapan terus disasar untuk dijadikan kawasan permukiman atau real estate.

"Kami berharap itu tidak dilakukan karena itu bisa jadi sarana publik penting karena punya fungsi ekologis yang tinggi," ungkapnya.

Baca Juga: Manfaatkan Lahan Telantar, PDAM Makassar Bangun RTH

Amin meminta pihak Pemkot untuk menaruh perhatian lebih terhadap keberadaan daerah resapan melalui revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dia berharap daerah resapan dijadikan area lindung dan dibebaskan dari rencana pembangunan.

"Jadi Perda RTRW harus memastikan bahwa daerah resapan di Makassar itu tetap eksis, tetap ada, tanpa harus dikonversi jadi bangunan fisik," pungkasnya.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taman Bendera Pusaka...
Taman Bendera Pusaka Buka 24 Jam, Bukan Tempat untuk Tidur
Pasar Barito Dibongkar,...
Pasar Barito Dibongkar, Pramono Sebut untuk Memperluas Ruang Terbuka Hijau
Perbanyak Ruang Terbuka...
Perbanyak Ruang Terbuka Hijau di Jakarta, Pramono Bakal Bangun Taman di Kolong Tol
Kejar Target RTH 30%,...
Kejar Target RTH 30%, Pansus DPRD Kota Bogor Kebut Pembahasan Perubahan Perda
Banjir Bali Dipicu 2.000...
Banjir Bali Dipicu 2.000 Hektare Lahan Beralih Fungsi Tiap Tahun
Lahan Fasum Kalideres...
Lahan Fasum Kalideres Permai Harusnya Hijau malah Dikuasai Bangunan Liar
Jakarta Perkuat Ruang...
Jakarta Perkuat Ruang Hijau, Kontribusi Pajak Warga Jadi Penopang
Inovasi Beton SIG Dukung...
Inovasi Beton SIG Dukung Pembangunan Ruang Hijau dan Kota Berkelanjutan
Bukan Cuma Gedung Tinggi,...
Bukan Cuma Gedung Tinggi, Unika Atma Jaya Punya Ruang Terbuka Hijau di Tengah Jakarta
Rekomendasi
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Berita Terkini
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Infografis
AS Tepis Bisa Matikan...
AS Tepis Bisa Matikan Jet Tempur Siluman F-35 dari Jarak Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved