Respon Kebijakan Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Rabu, 17 Juni 2020 - 15:32 WIB
loading...
Respon Kebijakan Pemulihan...
Data Kemenkeu RI yang menunjukkan dukungan fiskal Covid-19 yang disampaikan saat Diskusi Webinar Kauje-LPPM Unej.Foto/ist
A A A
SURABAYA - Hingga pertengahan Juni 2020, jumlah kasus Covid -19 di Indonesia belum menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Kondisi tersebut menyebabkan perlunya kebijakan komprehensif terkait berbagai aspek. Pandemi Covid-19 ini menimbulkan efek domino terhadap aspek lain seperti sosial, ekonomi dan lingkungan. Justru, tekanan terhadap perekonomian lebih berat dirasakan masyarakat daripada dampak Covid-19 itu sendiri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr (H.C) Ir. Airlangga Hartarto mengungkapkan, beberapa kebijakan penting sudah dilakukan pemerintah, antara lain kebijakan keuangan negara dan kebijakan sektor keuangan. (baca juga: Unej Masuk 20 Besar Perguruan Tinggi versi 4ICU UniRank 2020 )

Airlangga mengungkapkan ini saat menjadi narasumber Diskusi Webinar Series V “Peta Jalan Kebangkitan Ekonomi Pasca Covid 19” yang diadakan Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember.

Menurut Airlangga, krisis akibat pandemi Covid-19 lebih ke human capital, yaitu terkait sosial ekonomi. Sehingga dampak kesehatan akan terkait dengan sektor lain seperti perlindungan sosial untuk mempertahankan daya beli. Sektor ini ditangani Kementrian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Sedangkan pelaku usaha, khususnya Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) yang terdapak PSBB diperhatikan melalui skema subsidi, keringanan bunga kredit. Demikian juga korporasi memperoleh stimulus ekonomi juga. (baca juga: Tujuh Peneliti Unej Masuk 500 Terbaik versi SINTA Series 1 2020 )

Perhatian bagi petani sebagai penjaga ketahanan pangan dalam bentuk bantuan sosial untuk menjamin keberlanjutan usaha tani. Sedangkan di sektor pariwisata disiapkan protokol kesehatan yang lebih baik sehingga siap dibuka kembali bagi wilayah yang sudah dikategorikan kuning dan hijau.

"Teknologi infrastruktur fiber optik yang lebih merata ditujukan untuk mengatasi kendala digital agar semua lapisan masyarakat lebih mudah dalam berkomunikasi dan berbisnis menyongsong era new normal pasca pandemi Covid-19," terang Airlangga.

Menurutnya, pada prinsipnya respon kebijakan Kementrian Koordinator Perekonomian dilakukan melalui langkah konkret untuk memutus mata rantai terdampak pandemi Covid-19 dan mengurangi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Oleh karena itu anggaran negara perlu diimbangi oleh beberapa skenario melalui implementasi reformasi struktural RUU Omnibus tentang penciptaan pekerjaan, strategi keluar Covid-19, mendorong kemampuan sumberdaya manusia dalam adopsi revolusi industri 4.0 – 5.0 melalui otomasi dan kolaborasi mesin–manusia.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KAUJE dan CEC Dorong...
KAUJE dan CEC Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif di Bojonegoro Naik Kelas
Alumni UNEJ Distribusikan...
Alumni UNEJ Distribusikan Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Trenggalek.
Alumni UNEJ Siap Bantu...
Alumni UNEJ Siap Bantu Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Trenggalek
KAUJE Gandeng BAPANAS...
KAUJE Gandeng BAPANAS Gelar Sarapan Pagi Bergizi bagi 1.000 Siswa SD di Jember
Tegalboto Memanggil...
Tegalboto Memanggil 3, UNEJ Dukung Fortifikasi Pangan untuk Tingkatkan Gizi Masyarakat
Gelar Pelatihan Jurnalistik...
Gelar Pelatihan Jurnalistik di Tegalboto Memanggil 3, Alumni Gaungkan Pembukaan Prodi Komunikasi di Unej
Kurikulum yang Berpusat...
Kurikulum yang Berpusat pada Siswa Efektif Atasi Learning Loss Akibat Pandemi
14 Kota dengan Biaya...
14 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Dunia
14 Kota dengan Biaya...
14 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Dunia, Ada 2 Wakil dari Indonesia
Rekomendasi
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna...
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna Tayang Live di VISION+
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved