Ngeri! Pria di Sumba Timur Diterkam Buaya, Ditemukan Tersisa Potongan Paha
Jum'at, 25 Maret 2022 - 04:47 WIB
loading...
Kerabat dan keluarga korban saat mengevakuasi potongan tubuh (paha) korban ke rumahnya. Diduga korban diterkam buaya saat memanah ikan. Foto: MPI/Dionisius Umbu Ana Lodu
A
A
A
SUMBA TIMUR - Agustinus Uli Dama, warga Kampung Bulla, Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur , NTT, dilaporkan hilang saat beraktivitas memanah ikan di rawa-rawa hutan Bulla, sejak Selasa (22/3/2022) lalu.
Bahkan, Kamis (24/3/2022), pria berusia 49 tahun itu tidak juga pulang ke rumah. Tetangga dan kerabatnya kemudian berupaya mencari korban di sekitar lokasi, namun hanya menemukan pakaian dan sepeda motor korban.
![Ngeri! Pria di Sumba Timur Diterkam Buaya, Ditemukan Tersisa Potongan Paha]()
Baca juga: Mengerikan! Warga Pulang Pisau Dimangsa Buaya, Tersisa Badan dan Kepala
Setelah dilakukan pencarian lebih lanjut, yang ditemukan tulang bagian kaki, korban disinyalir diterkam buaya yang selama ini bersarang di rawa itu.
Kapolsek Umalulu, AKP. I wayan Candi membenarkan hilangnya korban dan ditemukan tulang yang diduga milik korban. “Sekitar jam 10. 00 Wita tadi, potongan tulang itu ditemukan, diduga tulang paha. Oleh kerabatnya langsung dibawa ke rumah setelah sebelumnya dibungkus dengan kain tenun dan kemudian dimasukan dalam peti,” ungkapnya.
Bahkan, Kamis (24/3/2022), pria berusia 49 tahun itu tidak juga pulang ke rumah. Tetangga dan kerabatnya kemudian berupaya mencari korban di sekitar lokasi, namun hanya menemukan pakaian dan sepeda motor korban.

Baca juga: Mengerikan! Warga Pulang Pisau Dimangsa Buaya, Tersisa Badan dan Kepala
Setelah dilakukan pencarian lebih lanjut, yang ditemukan tulang bagian kaki, korban disinyalir diterkam buaya yang selama ini bersarang di rawa itu.
Kapolsek Umalulu, AKP. I wayan Candi membenarkan hilangnya korban dan ditemukan tulang yang diduga milik korban. “Sekitar jam 10. 00 Wita tadi, potongan tulang itu ditemukan, diduga tulang paha. Oleh kerabatnya langsung dibawa ke rumah setelah sebelumnya dibungkus dengan kain tenun dan kemudian dimasukan dalam peti,” ungkapnya.
Lihat Juga :