Kisah Kiai Subchi: Kiai Bambu Runcing Pembakar Semangat Laskar Santri Usir Penjajah

Selasa, 22 Maret 2022 - 05:01 WIB
loading...
A A A
Subchi kecil kemudian ikut menjadi santri di Pesantren Sumolangu yang diasuh oleh Syekh Abdurrahman Sumolangu. Selama nyantri, Subchi tumbuh menjadi pemuda dengan kepribadian kuat dengan penguasaan ilmu agama hingga pergerakan kebangsaan. Parakan, sebuah kota kecil di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjadi salah satu basis perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Temanggung dikenal sebagai basis pergerakan Sarekat Islam (SI).

Para santri yang tinggal di Parakan, menjadi tulang punggung kaderisasi SI. Bahkan, di Parakan juga pernah diselenggarakan Kongres Sarekat Islam, yang dihadiri oleh HOS Tjokroaminoto. Dalam buku Temanggung: Dewan Harian Cabang 2008 karya Husni Thamrin,pada 1913, anggota Sarekat Islam di Parakan, berjumlah 3.769 orang. Cabang SI Temanggung dibuka pada 1915, dengan jumlah anggota 4.507 orang.

Masa sebelum kemerdekaan sangat memprihatinkan bagi rakyat karena kekejaman Belanda yang menerapkan sistem kerja paksa. Ketika Jepang menduduki Jawa, warga Temanggung dipaksa menjadi Romusha. Banyak warga menderita busung lapar karena sulitnya memperoleh makanan. Dalam tulisan Ahmad Adaby Darban,Sejarah Bambu Runcing, Laporan Penelitian: Fakultas Sastra UGM, 1988, karung goni dipakai sebagai penutup tubuh yang menjadi pemandangan biasa pada masa Romusha.

Selama masa perang kemerdekaan, Parakan menjadi simpul pergerakan untuk melawan penjajah. Ketika Pemerintah Hindia Belanda berusaha menggunakan strategi pemisahan wilayah, berupa garis demarkasi Van Mook, warga Temanggung juga bergerak untuk melawan diskriminasi politik yang dilancarkan Hindia Belanda.

Pada saat itu, dibentuklah Barisan Muslimin Temanggung (BMT). Barisan ini dipelopori oleh kiai-santri, yang bertujuan untuk memobilisasi kekuatan rakyat melawan penjajah. BMT didirikan pada 30 Oktober 1945 di masjid Kauman Parakan.

Muhaiminan Gunardo dalambukunya Bambu Runcing Parakan,Yogyakarta: Kota Kembang, 1986 menuliskan terjadinya peristiwa Batuloyo yang mengisahkan penyerangan oleh warga Parakan yang tergabung dalam Barisan Keamanan Rakyat (BKR) terhadap pasukan Jepang. Setelah muncul Barisan Muslimin Temanggung, santri-santri yang tergabung dalam barisan ini, menjadi bertambah semangat dengan dukungan kiai, terutama Kiai Subchi Parakan.

Para santri BMT secara heroik menyerang patroli militer Belanda yang melintasi kawasan Parakan. Perjuangan BMT dan dukungan Kiai Subchi memancing perhatian pejuang santri dan militer. Beberapa tokoh berkunjung ke Parakan, untuk bertemu Kiai Subchi dan pemuda BMT: Jendral Soedirman (1916-1950), Kiai Wahid Hasyim (1914-1953), Kiai Zaenal Arifin (Hizbullah), Kiai Masykur (Sabilillah), Kasman Singadimedja (Jaksa Agung), Mohammad Roem, Mr. Wangsanegara, Mr. Sujudi, Roeslan Abdul Gani dan beberapa tokoh lainnya.

Jenderal Sudirman pun berkunjung ke kediaman Kiai Subchi untuk meminta doa berkah. Jenderal Sudirman sering berperang dalam keadaan suci untuk mengamalkan doa dari Kiai Subchi. Kiai Subchi dikenal sebagai seorang yang murah hati, suka membantu warga sekitar yang kekurangan dengan membagikan hasil pertanian dan lahan kepada warga yang tidak mampu. Ketika barisan Kiai mendirikan Nahdlatul Ulama pada 1926, Kiai Subchi turut serta dengan mendirikan NU Temanggung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Kisah Hasiholan Josia...
Kisah Hasiholan Josia Purba, Koki Prajurit Semasa Perang Merebut Kemerdekaan
Inilah Alasan Moskow...
Inilah Alasan Moskow Beri Kemerdekaan Chechnya dan Masuk Federasi Rusia
Mengenal dr Sardjito,...
Mengenal dr Sardjito, Rektor UGM yang Diabadikan Menjadi Nama Rumah Sakit
Rekomendasi
Bukan Garasi Pejabat...
Bukan Garasi Pejabat Biasa: Dua Harley, Tiga Jip Legendaris, dan Rompi Oranye Silmy Karim
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Infografis
Pasukan Israel Usir...
Pasukan Israel Usir Pasien dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved