Dobrak Kamar Hotel, Satpol PP Kota Malang Temukan Pasangan Tak Berbaju dan Kondom Bekas
Jum'at, 18 Maret 2022 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
"Operasi pekat kami menuju ke dua tempat penginapan bulanan dan harian yang ada di Jalan Kaliurang, dan Jalan Dewandaru, yang diduga sering menjadi tempat mesum. Pasangan mesum itu ditemukan kamar hotel, ada laki-laki dan perempuan bukan suami istri yang diduga telah melakukan perbuatan mesum atau cabul," ujar Rahmat.
Rahmat menyebut, ada salah satu pasangan yang ditemukan dalam kondisi tanpa mengenakan pakaian, dan hanya terbungkus kain selimut. Selain itu sejumlah alat kondom bekas, juga ditemukan anggota Satpol PP Kota Malang.
Petugas juga meringkus enam perempuan yang diduga menjajakan diri sebagai PSK online. Mereka bertarif Rp500 ribu-800 ribu untuk sekali layanan. Mayoritas PSK online ini berasal dari luar Kota Malang, di antaranya dari Kecamatan Karangploso, dan Singosari, Kabupaten Malang.
Baca juga: Diserbu Emak-emak saat Beli Capil, Pembalap Moto2 Toni Arbolino Bayar Pakai Euro
"Ada enam perempuan diduga PSK online yang menjajakan diri melalui aplikasi di medsos. Rata-rata mereka berusia 18, 20, dan 22 dan ada juga yang disabilitas. Pengakuan mereka, ada yang melayani tamu sampai 10 kali. Ada juga yang melayani tamu 4-5 kali. Tarifnya Rp800 ribu, tetapi ditawar hingga Rp500 ribu," ungkap Rahmat.
Selain PSK online, ada enam mahasiswa yang turut terjaring di operasi penyakit masyarakat jelang Ramadan ini. Bahkan satu di antaranya telah tertangkap pada operasi penyakit masyarakat di sebuah penginapan di Jalan Mayjend Panjaitan, Kota Malang.
Rahmat menyebut, ada salah satu pasangan yang ditemukan dalam kondisi tanpa mengenakan pakaian, dan hanya terbungkus kain selimut. Selain itu sejumlah alat kondom bekas, juga ditemukan anggota Satpol PP Kota Malang.
Petugas juga meringkus enam perempuan yang diduga menjajakan diri sebagai PSK online. Mereka bertarif Rp500 ribu-800 ribu untuk sekali layanan. Mayoritas PSK online ini berasal dari luar Kota Malang, di antaranya dari Kecamatan Karangploso, dan Singosari, Kabupaten Malang.
Baca juga: Diserbu Emak-emak saat Beli Capil, Pembalap Moto2 Toni Arbolino Bayar Pakai Euro
"Ada enam perempuan diduga PSK online yang menjajakan diri melalui aplikasi di medsos. Rata-rata mereka berusia 18, 20, dan 22 dan ada juga yang disabilitas. Pengakuan mereka, ada yang melayani tamu sampai 10 kali. Ada juga yang melayani tamu 4-5 kali. Tarifnya Rp800 ribu, tetapi ditawar hingga Rp500 ribu," ungkap Rahmat.
Selain PSK online, ada enam mahasiswa yang turut terjaring di operasi penyakit masyarakat jelang Ramadan ini. Bahkan satu di antaranya telah tertangkap pada operasi penyakit masyarakat di sebuah penginapan di Jalan Mayjend Panjaitan, Kota Malang.
Lihat Juga :