Dewi Suhita, Raja Perempuan Kedua Majapahit yang Masih Misteri Asal Usulnya
Jum'at, 18 Maret 2022 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
Tampilnya Prabu Sri Suhita menjadi raja Majapahit menggenapi raja-raja wanita di tanah Jawa. Prabu Sri Suhita merupakan raja Majapahit keenam raja wanita di tanah Jawa dan kelima sesudah Ratu Jay Shima, raja Kalingga kedua.
Setelahnya kaum perempuan Jawa telah menguasai tahta kerajaan, seperti yang terjadi pada diri Pramodawardhani, raja Medang periode Jawa Tengah keenam, kemudian Sri Isanatunggawijaya raja Medang periode Jawa Timur kedua, dan raja Majapahit perempuan pertama Tribhuwana Wijayatunggadewi, yang merupakan raja Majapahit ketiga.
Mengenai naik tahtanya Dewi Suhita di Majapahit dikisahkan pada berita Tionghoa yang berasal dari Kelenteng Sam Po Kong di Semarang. Pada berita tersebut menurut analisis sejarawan Slamet Muljana, Rani Suhita bernama Su-King-ta, yang dalam berita itu disebutkan memerintah dari tahun 1427 sampai 1437. Baca juga: Misteri Topeng Gajah Mada Pernah Dipakai Raja Bali hingga Presiden RI
Dengan demikian sudah jelas bahwa pemerintahan Bhre Daha pada tahun 1437, hanya merupakan selingan dari keturunan Bhre Wirabumi. Karena Rani Suhita tidak mempunyai keturunan, maka setelah kematiannya pada 1447, ia digantikan oleh Bhre Tumapel Sri Kertawijaya, yang merupakan putra Wikramawardhana dari seorang selir.
Dialah raja pertama Majapahit yang bukan keturunan Raden Sanggramawijaya. Sejak pemerintahan Sri Kertawijaya inilah tahta Kerajaan Majapahit menjadi rebutan dalam keluarga. Tahta Majapahit diduduki secara silih berganti oleh berbagai raja dari beragam keluarga, yang bukan merupakan keturunan langsung dari Sanggramawijaya. Dengan demikian pemerintahan turun temurun dari bapak atau ibu kepada anak dari garis keturunan Sanggramawijaya hanya sampai pada Rani Suhita.
Setelahnya kaum perempuan Jawa telah menguasai tahta kerajaan, seperti yang terjadi pada diri Pramodawardhani, raja Medang periode Jawa Tengah keenam, kemudian Sri Isanatunggawijaya raja Medang periode Jawa Timur kedua, dan raja Majapahit perempuan pertama Tribhuwana Wijayatunggadewi, yang merupakan raja Majapahit ketiga.
Mengenai naik tahtanya Dewi Suhita di Majapahit dikisahkan pada berita Tionghoa yang berasal dari Kelenteng Sam Po Kong di Semarang. Pada berita tersebut menurut analisis sejarawan Slamet Muljana, Rani Suhita bernama Su-King-ta, yang dalam berita itu disebutkan memerintah dari tahun 1427 sampai 1437. Baca juga: Misteri Topeng Gajah Mada Pernah Dipakai Raja Bali hingga Presiden RI
Dengan demikian sudah jelas bahwa pemerintahan Bhre Daha pada tahun 1437, hanya merupakan selingan dari keturunan Bhre Wirabumi. Karena Rani Suhita tidak mempunyai keturunan, maka setelah kematiannya pada 1447, ia digantikan oleh Bhre Tumapel Sri Kertawijaya, yang merupakan putra Wikramawardhana dari seorang selir.
Dialah raja pertama Majapahit yang bukan keturunan Raden Sanggramawijaya. Sejak pemerintahan Sri Kertawijaya inilah tahta Kerajaan Majapahit menjadi rebutan dalam keluarga. Tahta Majapahit diduduki secara silih berganti oleh berbagai raja dari beragam keluarga, yang bukan merupakan keturunan langsung dari Sanggramawijaya. Dengan demikian pemerintahan turun temurun dari bapak atau ibu kepada anak dari garis keturunan Sanggramawijaya hanya sampai pada Rani Suhita.
(don)
Lihat Juga :