Menko PMK Diberi Gelar Nama Adat Gowa Daeng Majarre'
Kamis, 17 Maret 2022 - 16:46 WIB
loading...
Suasana pemberian gelar adat Menko PMK Muhadjir Effendy dengan nama yakni Daeng Majarre di Museum Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Kamis, (17/3/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
GOWA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy diberi gelar nama adat Gowa yakni Daeng Majarre di Museum Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Kamis, (17/3/2022).
Pemberian gelar nama adat ini dilakukan dengan pemasangan songkok nibiring oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan pemberian badik oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo.
Adnan mengatakan, pemberian gelar tersebut merupakan kehormatan masyarakat adat Gowa kepada Menko PMK sebagai rumpun keluarga besar di Kabupaten Gowa.
Baca Juga: Kapolres Gowa Ziarah ke Makam Pahlawan di Momen Hari Jadi Gowa ke-700
"Arti dari "Majarre" adalah pemersatu atau mempererat, pemberian nama ini sebagai bentuk untuk mempersatukan adat budaya yang ada di Gowa," ungkapnya.
Orang nomor satu di Gowa ini mengaku, kehadiran Menko PMK menjadi berkah tersendiri bagi Kabupaten Gowa karena telah memberikan bantuan pikiran sehingga nama gelar ada ini diberikan.
Pada kesempatan itu juga, Adnan menjelaskan mengenai sejarah Museum Balla Lompoa, di mana museum ini sebelumnya merupakan Rumah Jabatan Bupati Gowa terdahulu yang kemudian pada zaman Bupati Syahrul Yasin Limpo dilakukan peluasan area, sementara di zaman kepemimpinan Alm Ichsan Yasin Limpo dilakukan revitalisasi.
Pemberian gelar nama adat ini dilakukan dengan pemasangan songkok nibiring oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan pemberian badik oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo.
Adnan mengatakan, pemberian gelar tersebut merupakan kehormatan masyarakat adat Gowa kepada Menko PMK sebagai rumpun keluarga besar di Kabupaten Gowa.
Baca Juga: Kapolres Gowa Ziarah ke Makam Pahlawan di Momen Hari Jadi Gowa ke-700
"Arti dari "Majarre" adalah pemersatu atau mempererat, pemberian nama ini sebagai bentuk untuk mempersatukan adat budaya yang ada di Gowa," ungkapnya.
Orang nomor satu di Gowa ini mengaku, kehadiran Menko PMK menjadi berkah tersendiri bagi Kabupaten Gowa karena telah memberikan bantuan pikiran sehingga nama gelar ada ini diberikan.
Pada kesempatan itu juga, Adnan menjelaskan mengenai sejarah Museum Balla Lompoa, di mana museum ini sebelumnya merupakan Rumah Jabatan Bupati Gowa terdahulu yang kemudian pada zaman Bupati Syahrul Yasin Limpo dilakukan peluasan area, sementara di zaman kepemimpinan Alm Ichsan Yasin Limpo dilakukan revitalisasi.
Lihat Juga :