Puluhan Wayang dan Gong Batu dari Era Mataram Kuno Ditemukan di Jenar Sragen

Kamis, 17 Maret 2022 - 10:13 WIB
loading...
Puluhan Wayang dan Gong...
Tim Expedisi Sukowati dari Yayasan Palapa Mendira Harja Cabang Sragen, Jawa Tengah, menemukan belasan wayang dan puluhan gong yang terbuat dari batu. Foto/iNews TV/Joko Piroso
A A A
SRAGEN - Puluhan gong dan wayang yang terbuat dari batu, ditemukan Tim Expedisi Sukowati dari Yayasan Palapa Mendira Harja Cabang Sragen, Jawa Tengah. Diduga, gong dan wayang dari batu tersebut merupakan peninggalan masa Mataram Kuno.

Baca juga: 3 Arca dan Benda Bersejarah di Situs Srigading Jadi Temuan Tertua di Jawa Timur

Benda-benda yang diduga peninggalan bersejarah ini, ditemukan di Dukuh Jenar RT 1 RW 2 Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Batu-batu tersebut, awalnya terbengkelai begitu saja dan setelah diteliti ternyata bentuknya memiliki keunikan.



Kades Jenar, Samto mendukung penuh Tim Expedisi Sukowati dari Yayasan Palapa Mendira Harja Cabang Sragen, untuk melestarikan peninggalan sejarah yang ada di desanya. Sebelumnya, warga kurang peduli dengan situs batu-batuan yang ada di lingkungan desanya, meskipun mereka sudah tahu adanya kumpulan batu tersebut.

Baca juga: Tegang! Suara Letusan Pistol Warnai Penggerebekan Pesta Terlarang Bandar Narkoba

"Sudah lama situs batu-batu ini berada di Dusun Jenar. Tapi belum ada yang dikondisikan seperti sekarang. Kalau sekarang batu-batu yang terpencar dikumpulkan, dan ditata dengan baik," terang Samto.

Dia menyampaikan keberadaan situs tersebut kurang ada perhatian dari warga. Bahkan sebelumnya banyak yang mengambil batu untuk kebutuhan bahan bangunan dan sebagainya. Warga awalnya hanya menganggap batu biasa, namun ternyata berbentuk gamelan dan wayang. "Setelah ini, karena diduga mengandung nilai sejarah, jadi kami ajukan ke pemerintah untuk penanganan selanjutnya," terangnya.

Samto menyebutkan, untuk lokasi batu tersebar tidak merata. Ada yang di lahan warga, ada pula yang berada di tanah kas desa. Namun kebanyakan di lahan yang tidak produktif. "Rata-rata itu terkumpul di sekitar 25 meter persegi, ada juga yang sampai 50 meter persegi," ungkapnya.

Baca juga: Kisah Nelson Sarira Selamat dari Pembantaian KKB karena Tulis Pesan di CCT

Sementara Tim Expedisi Sukowati di Sragen, sekaligus Bendahara Yayasan Palapa Mendira Harja Cabang Sragen, Lilik Mardiyanto mengaku sudah menduga lokasi tersebut tidak hanya tumpukan batu biasa. Setelah dipelajari ternyata punya keistimewaan. "Batu yang ditemukan berbentuk gamelan dan wayang. Ada yang bentuk gong, saron, dan gambang. Saat dipukul, ada nadanya," terangnya.

Dia menyampaikan ada 26 titik kumpul batu. Pihaknya membagi menjadi dua kelompok. Yakni untuk kelompok lokasi primer dengan luas 10 x 15 meter ada 16 titik. Di lokasi tersebut Ada batu yang berbentuk wayang Srikandi. Lantas untuk lokasi di luar primer, ada 10 titik. "Kami masih melakukan penomoran," tegas Lilik.

Sejauh ini model wayang yang ditemukan ada tiga. Yakni wayang Bethoro Guru di lokasi primer, berbentuk kuda di radius 200 meter, gunungan wayang di radius 210 meter, dan gambang di radius 220 meter. "Jadi wayangnya dari batu dengan tebal kurang lebih 10 centimeter, lantas ditatah berberbentuk wayang," jelasnya.

Puluhan Wayang dan Gong Batu dari Era Mataram Kuno Ditemukan di Jenar Sragen


Dia mengakui situs itu memang sudah lama. namun kurang dilestarikan warga. Bahkan ada yang sudah dipecah warga untuk bahan bangunan. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan sisa-sisa batunya.

Dijelaskannya, untuk yang ditatah bentuk gong lebih 50 batu. Sementara ini ada sekitar 103 batu yang sudah terdeteksi. Masih ada beberapa lokasi yang belum diteliti. Untuk melestarikan kawasan tersebut pihaknya menggandeng Muspika Jenar.

"Kami telah menandatangani berita acara dugaan situs cagar budaya kandang wayang. Ditandatangani kades, BPD, Camat, Kapolsek, Danramil, dan Ketua Yayasan Palapa Mendira Harja Cabang Sragen, serta disaksikan tokoh masyarakat," bebernya.

Baca juga: Presiden Jokowi Beri Kejutan untuk Pebalap Mario Aji, Khofifah Bangga

Dia menyampaikan, situs tersebut diduga peninggalan pada massa Hindu dan Budha. Lokasi tersebut, diduga merupakan tempat pemujaan. "Bahkan sampai saat ini Banyak orang berkunjung ke sini, dengan membawa menyan dan dupa," terang Lilik.

Selanjutnya dia bekerjasama dengan pemerintah untuk menutup lokasi tersebut menggunakan garis pengaman. Diharapkan, batu-batu tersebut tidak dibawa orang. Kemudian ada tindak lanjut dari BPCB Jawa Tengah, untuk melakukan penelitian.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Majelis Adat Kerajaan...
Majelis Adat Kerajaan Nusantara Dukung Pembangunan Nasional
3 Polwan Ini Ditunjuk...
3 Polwan Ini Ditunjuk Jadi Kapolres, Ada yang Bertugas di Sragen
Polisi Didesak Tangkap...
Polisi Didesak Tangkap Pelaku Penganiayaan Anjing, Sahroni: Sadis dan Bahayakan Masyarakat
Heboh Video Anjing Dikuliti...
Heboh Video Anjing Dikuliti Hidup-hidup, Ini Penjelasan Polisi
Festival Wana Lestari...
Festival Wana Lestari Momentum Unjuk Program Perhutanan Sosial Masyarakat Desa Banyurip Sragen
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar Prostitusi Berkedok Karaoke di Gunung Kemukus
Dukung Repatriasi Kekayaan...
Dukung Repatriasi Kekayaan Bangsa, Garuda Pulangkan Koleksi Sejarah dari Belanda
10 Peninggalan Kuno...
10 Peninggalan Kuno yang Penuh Teka-teki dan Belum Terpecahkan
Prabowo dan Raja Belanda...
Prabowo dan Raja Belanda Sepakati Pengembalian Benda Bersejarah Indonesia
Rekomendasi
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved