Kondisi Hamil 8 Bulan, Riska Harus Bertahan dari Terjangan Banjir dan Hujan Lebat di Atas Kanopi
Senin, 14 Maret 2022 - 22:16 WIB
loading...
Riska (30) saat dievakuasi dari banjir yang menerjang permukiman di Jalan Simpang Teluk Bayur V RT 5 RW 8 Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (14/3/2022). Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A
A
A
MALANG - Cerita memilukan dialami Riska (30) warga Jalan Simpang Teluk Bayur V RT 5 RW 8 Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dalam kondisi hamil delapan bulan, ibu rumah tangga ini harus berjibaku menyelamatkan diri dari terjangan banjir bandang.
Baca juga: Kota Malang Dikepung Banjir, 7 Orang Terjebak di Dalam Rumah
Riska bersama anaknya, Azka yang masih berusia 3,5 tahun harus bertahan di atas kanopi rumahnya, dengan kondisi basah kuyup akibat hujan lebat yang terus mengguyur mereka. Sementara, di bawah kanopi arus banjir setinggi dua meter begitu deras menerjang rumahnya.
Sementara suami Riska, Andi (31) bertahan di pagar rumah, untuk mengantisipasi air banjir yang semakin tinggi. Keluarga ini harus bertahan selama tiga jam, sebelum akhirnya diselamatkan petugas gabungan dari BPBD Kota Malang, PMI, relawan, TNI, serta Polri.
Baca juga: Janda Muda Otak Pembegalan Diringkus saat Berduaan dengan Teman Pria
Saat dievakuasi dari banjir bandang menggunakan perahu karet, Riskan nampak begitu pucat dan kedinginan. Sambil memegangi perut dan anaknya, Riska akhirnya berhasil diselamatkan dan ditampung di salah satu rumah warga.
" Banjir itu mulai datang sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu saya sedang ke depan rumah mengambil pesanan makanan. Airnya awlanya menggenang biasa saja di jalan perumahan. Saat kami makan, tiba-tiba pintu rumah jebol dan air banjir sangat deras masuk ke dalam rumah," ungkap Andi.
Baca juga: 2 Bocah Kembar Tewas Diseruduk Konvoi Harley Davidson, Ini Sikap Polres Ciamis
Begitu rumahnya kebanjiran, Andi sempat mengecek ke depan rumah dan kondisinya air banjir masih setinggi 50 cm. Usai menyelematkan barang-barang berharga, akhirnya dia memutuskan untuk mengevakuasi istri dan anaknya dari dalam rumah ke tempat yang lebih aman.
Namun, saat ke luar rumah air semakin deras dan tingginya sudah lebih dari satu meter. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah. "Saat hendak ke luar air sudah setinggi dada saya, akhirnya kami kembali. Anak dan istri saya naikkan di atas kap mobil," ungkapnya.
![Kondisi Hamil 8 Bulan, Riska Harus Bertahan dari Terjangan Banjir dan Hujan Lebat di Atas Kanopi]()
Saat berada di atas mobil, ternyata air banjir semakin tinggi. Akhirnya Andi menjebol sebagian atap kanopi rumahnya dan mengevakuasi istri dan anaknya di atas kanopi dalam kondisi hujan lebat. "Kami baru bisa dievakuasi sekitar pukul 20.00 WIB, menggunakan perahu karet," ungkapnya.
Petugas PMI Kota Malang, Imanuel menyebutkan, pada awalnya menerima laporan terjadi banjir di Jalan Simpang Teluk Bayur V sekitar pukul 18.30 WIB. Laporan awalnya, ada satu keluarga yang terjebak di dalam rumah, dan ibunya sedang hamil besar.
Baca juga: Kisah Sunan Ampel Taklukkan Pertapa yang 12 Tahun Berlatih Berjalan di Atas Air
"Menerima laporan tersebut, kami langsung ke lokasi banjir bersama BPBD, TNI, Polri, dan para relawan. Sesampai di lokasi, ternyata air masih sangat tinggi dan arusnya deras. Kami lakukan pengecekan, ternyata ada dua keluarga yang terjebak banjir, jumlahnya tujuh orang," ungkapnya.
Demi menyelamatkan warga yang terjebak banjir, akhirnya petugas gabungan mengerahkan perahu karet dan menariknya menyeberangi arus banjir yang sangat deras. Setelah berjibaku menyeberangi derasnya arus banjir, akhirnya petugas berhasil menyelamatkan seluruh warga yang terjebak banjir.
Baca juga: Kota Malang Dikepung Banjir, 7 Orang Terjebak di Dalam Rumah
Riska bersama anaknya, Azka yang masih berusia 3,5 tahun harus bertahan di atas kanopi rumahnya, dengan kondisi basah kuyup akibat hujan lebat yang terus mengguyur mereka. Sementara, di bawah kanopi arus banjir setinggi dua meter begitu deras menerjang rumahnya.
Sementara suami Riska, Andi (31) bertahan di pagar rumah, untuk mengantisipasi air banjir yang semakin tinggi. Keluarga ini harus bertahan selama tiga jam, sebelum akhirnya diselamatkan petugas gabungan dari BPBD Kota Malang, PMI, relawan, TNI, serta Polri.
Baca juga: Janda Muda Otak Pembegalan Diringkus saat Berduaan dengan Teman Pria
Saat dievakuasi dari banjir bandang menggunakan perahu karet, Riskan nampak begitu pucat dan kedinginan. Sambil memegangi perut dan anaknya, Riska akhirnya berhasil diselamatkan dan ditampung di salah satu rumah warga.
" Banjir itu mulai datang sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu saya sedang ke depan rumah mengambil pesanan makanan. Airnya awlanya menggenang biasa saja di jalan perumahan. Saat kami makan, tiba-tiba pintu rumah jebol dan air banjir sangat deras masuk ke dalam rumah," ungkap Andi.
Baca juga: 2 Bocah Kembar Tewas Diseruduk Konvoi Harley Davidson, Ini Sikap Polres Ciamis
Begitu rumahnya kebanjiran, Andi sempat mengecek ke depan rumah dan kondisinya air banjir masih setinggi 50 cm. Usai menyelematkan barang-barang berharga, akhirnya dia memutuskan untuk mengevakuasi istri dan anaknya dari dalam rumah ke tempat yang lebih aman.
Namun, saat ke luar rumah air semakin deras dan tingginya sudah lebih dari satu meter. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah. "Saat hendak ke luar air sudah setinggi dada saya, akhirnya kami kembali. Anak dan istri saya naikkan di atas kap mobil," ungkapnya.

Saat berada di atas mobil, ternyata air banjir semakin tinggi. Akhirnya Andi menjebol sebagian atap kanopi rumahnya dan mengevakuasi istri dan anaknya di atas kanopi dalam kondisi hujan lebat. "Kami baru bisa dievakuasi sekitar pukul 20.00 WIB, menggunakan perahu karet," ungkapnya.
Petugas PMI Kota Malang, Imanuel menyebutkan, pada awalnya menerima laporan terjadi banjir di Jalan Simpang Teluk Bayur V sekitar pukul 18.30 WIB. Laporan awalnya, ada satu keluarga yang terjebak di dalam rumah, dan ibunya sedang hamil besar.
Baca juga: Kisah Sunan Ampel Taklukkan Pertapa yang 12 Tahun Berlatih Berjalan di Atas Air
"Menerima laporan tersebut, kami langsung ke lokasi banjir bersama BPBD, TNI, Polri, dan para relawan. Sesampai di lokasi, ternyata air masih sangat tinggi dan arusnya deras. Kami lakukan pengecekan, ternyata ada dua keluarga yang terjebak banjir, jumlahnya tujuh orang," ungkapnya.
Demi menyelamatkan warga yang terjebak banjir, akhirnya petugas gabungan mengerahkan perahu karet dan menariknya menyeberangi arus banjir yang sangat deras. Setelah berjibaku menyeberangi derasnya arus banjir, akhirnya petugas berhasil menyelamatkan seluruh warga yang terjebak banjir.
(eyt)
Lihat Juga :