Kisah Kiai As'ad yang Melatih Pasukan Khusus Ikut Bertempur pada 10 November 1945
Minggu, 13 Maret 2022 - 05:04 WIB
loading...
A
A
A
Agar tidak ketahuan musuh, pasukan itu diberangkatkan secara bergelombang dari Situbondo dengan menggunakan kereta api. Berkat perjuangan dari semua elemen, termasuk pasukan Pelopor, pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Mallaby itu kalah.
Sejarah mencatat, sang jenderal tewas di tangan Arek-Arek Suroboyo bersama kekuatan masyarakat di Jatim, termasuk pasukan binaan Kiai As'ad.
Dari apa yang dilakukan Kiai As'ad, satu pelajaran penting yang bisa dipetik adalah sejahat apa pun pribadi seseorang, tetap memiliki sisi positif yang bermanfaat bagi bangsa. Para bandit yang diinsyafkan oleh Kiai telah memberikan yang terbaik untuk bangsa.
KHR As'ad meninggal pada 4 Agustus 1990 di Situbondo pada umur 93 tahun). Dia adalah pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah di Dusun Sukorejo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Atas jasanya yang menyiapkan pasukan khusus Pelopor, KHR As'ad Syamsul Arifin diberi gelar pahlawan oleh pemerintahan Jokowi pada 9 November 2016.
Diramu dari berbagai sumber
Sejarah mencatat, sang jenderal tewas di tangan Arek-Arek Suroboyo bersama kekuatan masyarakat di Jatim, termasuk pasukan binaan Kiai As'ad.
Dari apa yang dilakukan Kiai As'ad, satu pelajaran penting yang bisa dipetik adalah sejahat apa pun pribadi seseorang, tetap memiliki sisi positif yang bermanfaat bagi bangsa. Para bandit yang diinsyafkan oleh Kiai telah memberikan yang terbaik untuk bangsa.
KHR As'ad meninggal pada 4 Agustus 1990 di Situbondo pada umur 93 tahun). Dia adalah pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah di Dusun Sukorejo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Atas jasanya yang menyiapkan pasukan khusus Pelopor, KHR As'ad Syamsul Arifin diberi gelar pahlawan oleh pemerintahan Jokowi pada 9 November 2016.
Diramu dari berbagai sumber
(don)
Lihat Juga :