Punya Rudal Balistik Pembunuh Kapal Induk, China Siap Hadapi Amerika
Selasa, 16 Juni 2020 - 10:47 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, di Beijing, pengerahan tiga kapal induk Amerika dipandang sebagai provokasi yang meresahkan. Media yang disponsori negara telah menerbitkan laporan bahwa Beijing tidak akan mundur untuk membela kepentingannya.
"China memiliki senjata pembunuh kapal induk seperti rudal balistik anti-kapal DF-21D dan DF-26," bunyi laporan situs web resmi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), sebagiaman dikutip dari CNN, Selasa (16/6/2020).
Pada hari Minggu, media Partai Komunis China; Global Times, dalam laporan khususnya mengatakan kapal-kapal induk Washington mengancam kepentingan Beijing di Laut Cina Selatan. Baca Juga : Pesawat Perang China Menerobos, Taiwan Kerahkan Jet Tempur
"Dengan mengerahkan kapal induk ini, AS berusaha menunjukkan kepada seluruh wilayah dan bahkan dunia bahwa itu tetap menjadi kekuatan Angkatan Laut yang paling kuat, karena mereka dapat memasuki Laut China Selatan dan mengancam pasukan China di Kepulauan Xisha dan Nansha (Kepulauan Paracel dan Spratly) serta kapal-kapal yang melewati perairan terdekat, sehingga AS dapat melakukan politik hegemoniknya," kata Li Jie, seorang pakar Angkatan Laut yang berbasis di Beijing. (Baca juga: Pesawat Militer yang Jatuh di Riau Jenis BAE Hawk 209)
Departemen Pertahanan Amerika juga menjajaki wilayah-wilayah di kawasan itu untuk menempatkan rudal yang mampu mengancam China, tetapi sejauh ini belum ada pergerakan. Pihak Gubernur Okinawa di Jepang pada pekan lalu mundur dari upaya AS untuk memasang rudal di sana.
"China memiliki senjata pembunuh kapal induk seperti rudal balistik anti-kapal DF-21D dan DF-26," bunyi laporan situs web resmi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), sebagiaman dikutip dari CNN, Selasa (16/6/2020).
Pada hari Minggu, media Partai Komunis China; Global Times, dalam laporan khususnya mengatakan kapal-kapal induk Washington mengancam kepentingan Beijing di Laut Cina Selatan. Baca Juga : Pesawat Perang China Menerobos, Taiwan Kerahkan Jet Tempur
"Dengan mengerahkan kapal induk ini, AS berusaha menunjukkan kepada seluruh wilayah dan bahkan dunia bahwa itu tetap menjadi kekuatan Angkatan Laut yang paling kuat, karena mereka dapat memasuki Laut China Selatan dan mengancam pasukan China di Kepulauan Xisha dan Nansha (Kepulauan Paracel dan Spratly) serta kapal-kapal yang melewati perairan terdekat, sehingga AS dapat melakukan politik hegemoniknya," kata Li Jie, seorang pakar Angkatan Laut yang berbasis di Beijing. (Baca juga: Pesawat Militer yang Jatuh di Riau Jenis BAE Hawk 209)
Departemen Pertahanan Amerika juga menjajaki wilayah-wilayah di kawasan itu untuk menempatkan rudal yang mampu mengancam China, tetapi sejauh ini belum ada pergerakan. Pihak Gubernur Okinawa di Jepang pada pekan lalu mundur dari upaya AS untuk memasang rudal di sana.
(sri)
Lihat Juga :