Punya Rudal Balistik Pembunuh Kapal Induk, China Siap Hadapi Amerika

Selasa, 16 Juni 2020 - 10:47 WIB
loading...
Punya Rudal Balistik...
Rasa percaya diri Beijing ini lantaran memiliki rudal balistik pembunuh kapal induk seperti DF-21D dan DF-26. Foto : Istimewa
A A A
BEIJING - China tampaknya telah benar-benar siap dan berani menghadapi tiga kapal induk Amerika Serikat (AS) saat ini. Rasa percaya diri Beijing ini lantaran memiliki rudal balistik pembunuh kapal induk seperti DF-21D dan DF-26.

Siaran pers Angkatan Laut Amerika Serikat mengatakan kapal induk USS Ronald Reagan dan USS Theodore Roosevelt sedang melakukan operasi militer di wilayah Pasifik barat. Sedangkan kapal induk USS Nimitz berada di Pasifik timur. Setiap kapal mampu mengangkut lebih dari 60 pesawat tempur.

Baca :2 Kapal Induk AS Dikerahkan ke Pasifik, Lengkap dengan Kelompok Tempurnya

Terakhir kali AS memobilisasi kapal-kapal induk ke perairan Indo-Pasifik pada level serupa pada tahun 2017, yakni ketika ketegangan memanas antara Amerika dengan Korea Utara terkait program senjata nuklir Pyongyang.

Manuver kapal-kapal perang raksasa Amerika di panggung dunia pertama kali dilaporkan oleh The Associated Press pada hari Jumat. USS Theodore Roosevelt kembali melaut sekitar 4 Juni atau 10 minggu setelah absen karena ada wabah virus corona baru (Covid-19) di atas kapal. USS Ronald Reagan juga baru-baru ini membatasi pergerakannya karena pandemi Covid-19, tetapi kembali melaut pada akhir Mei dari pelabuhannya di Jepang.

Pentagon bergerak agresif untuk memperkuat kekuatan militer AS di Asia, yang dianggap lebih mendesak setelah AS pada tahun lalu menarik diri dari perjanjian kontrol senjata yang melarang pengerahan rudal jarak menengah AS di Asia.

Sementara itu, di Beijing, pengerahan tiga kapal induk Amerika dipandang sebagai provokasi yang meresahkan. Media yang disponsori negara telah menerbitkan laporan bahwa Beijing tidak akan mundur untuk membela kepentingannya.

"China memiliki senjata pembunuh kapal induk seperti rudal balistik anti-kapal DF-21D dan DF-26," bunyi laporan situs web resmi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), sebagiaman dikutip dari CNN, Selasa (16/6/2020).

Pada hari Minggu, media Partai Komunis China; Global Times, dalam laporan khususnya mengatakan kapal-kapal induk Washington mengancam kepentingan Beijing di Laut Cina Selatan. Baca Juga : Pesawat Perang China Menerobos, Taiwan Kerahkan Jet Tempur

"Dengan mengerahkan kapal induk ini, AS berusaha menunjukkan kepada seluruh wilayah dan bahkan dunia bahwa itu tetap menjadi kekuatan Angkatan Laut yang paling kuat, karena mereka dapat memasuki Laut China Selatan dan mengancam pasukan China di Kepulauan Xisha dan Nansha (Kepulauan Paracel dan Spratly) serta kapal-kapal yang melewati perairan terdekat, sehingga AS dapat melakukan politik hegemoniknya," kata Li Jie, seorang pakar Angkatan Laut yang berbasis di Beijing. (Baca juga: Pesawat Militer yang Jatuh di Riau Jenis BAE Hawk 209)

Departemen Pertahanan Amerika juga menjajaki wilayah-wilayah di kawasan itu untuk menempatkan rudal yang mampu mengancam China, tetapi sejauh ini belum ada pergerakan. Pihak Gubernur Okinawa di Jepang pada pekan lalu mundur dari upaya AS untuk memasang rudal di sana.
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Imigrasi Tangkap Warga...
Imigrasi Tangkap Warga Negara Amerika Serikat Buronan Kasus Pembunuhan di South Carolina
Warga Negara Amerika...
Warga Negara Amerika Pelaku Pembunuhan dalam Koper Dideportasi
Pabrik Narkoba Liquid...
Pabrik Narkoba Liquid Vape dan Happy Water di Apartemen Ancol Jaringan China-Malaysia
Momen Raden Wijaya Pimpin...
Momen Raden Wijaya Pimpin Prajurit Majapahit Pukul Mundur Pasukan Tartar China
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Rekomendasi
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Berita Terkini
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved