Dikunjungi Menteri PPPA, Warga Binaan Curhat Soal Kondisi LPKA Maros
Sabtu, 12 Maret 2022 - 20:09 WIB
loading...
Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat mengunjungi LPKA Maros, Sabtu (12/3/2022). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros, Sabtu (12/3/2022).
Melalui kunjungan tersebut, Bintang menekankan kepada para pembina LPKA Maros untuk memenuhi empat hak anak.
Baca juga: LPKA dan Kejari Maros Jalin MoU di Bidang Perdata dan TUN
“Dalam pemenuhan hak anak, tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua tapi merupakan tanggung jawab bersama. Dalam pemenuhan hak anak, ada empat hal dasar yang harus dipenuhi, yaitu pemenuhan hak tumbuh, berkembang, perlindungan, dan partisipasi,” jelasnya.
Menteri juga melihat langsung kondisi LPKA Maros yang merupakan Lapas khusus anak. Kendati begitu, LPKA Maros ini masih mencampur tahanan anak dan dewasa.
“Terkait lapas anak dan juga dewasa saat ini sudah mulai kajian dan tahapan untuk pemisahan Lapas, mudah mudahan dalam waktu dekat sudah ada pemisahan,” tutupnya.
Kunjungan Kerja Menteri PPPA ini dimanfaatkan warga binaan untuk menggelar dialog. Menurut Menteri, suara dari para warga binaan penting untuk didengarkan dan ditindak lanjuti jika ada keluhan.
Dia juga berpesan agar anak anak binaan dapat mengisi waktu sebaik-baiknya. "Semoga dapat mengikuti arahan pembina karena kalian merupakan generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Baca juga: Ketua Kwartil Cabang Pramuka Berkunjung ke LPKA Maros
Keluhan yang disampaikan warga binaan salah satunya datang dari Aviar Gristopa. Ia mengatakan, sejak 2020 tak ada jam besuk di Lapas, dan hanya membuka layanan video call, sementara komputer yang ada di Lapas hanya dua.
“Dan biasanya kami tidak kebagian, dan kami meminta kepada ibu untuk menambah komputer yang ada di Lapas,” ucapnya.
Keluhan lain juga datang dari Muhammad Hamzah, meminta difasilitasi alat lukis. “Kami ingin mengembangkan bakat melukis kami. Kami mohon bantuan ibu,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut Bintang berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan Kemenkumham.
“Mudah-mudahan pandemi cepat berlalu. Namun jika belum melandai juga, kami akan upayakan yang terbaik sehingga rasa rindu warga binaan bisa terobati,” ujarnya.
Baca juga: Tujuh Warga Binaan LPKA Maros Dapat Remisi Natal
Kepala Kanwil Kemenkumham Sulsel , Liberti Sitinjak, mengatakan, posisi LPKA Maros saat ini memang masih menyatu dengan warga binaan dewasa.
“Namun bloknya telah dipisahkan, dan ini memang akan menjadi prioritas utama untuk diselesaikan bangunannya,” ujarnya.
Melalui kunjungan tersebut, Bintang menekankan kepada para pembina LPKA Maros untuk memenuhi empat hak anak.
Baca juga: LPKA dan Kejari Maros Jalin MoU di Bidang Perdata dan TUN
“Dalam pemenuhan hak anak, tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua tapi merupakan tanggung jawab bersama. Dalam pemenuhan hak anak, ada empat hal dasar yang harus dipenuhi, yaitu pemenuhan hak tumbuh, berkembang, perlindungan, dan partisipasi,” jelasnya.
Menteri juga melihat langsung kondisi LPKA Maros yang merupakan Lapas khusus anak. Kendati begitu, LPKA Maros ini masih mencampur tahanan anak dan dewasa.
“Terkait lapas anak dan juga dewasa saat ini sudah mulai kajian dan tahapan untuk pemisahan Lapas, mudah mudahan dalam waktu dekat sudah ada pemisahan,” tutupnya.
Kunjungan Kerja Menteri PPPA ini dimanfaatkan warga binaan untuk menggelar dialog. Menurut Menteri, suara dari para warga binaan penting untuk didengarkan dan ditindak lanjuti jika ada keluhan.
Dia juga berpesan agar anak anak binaan dapat mengisi waktu sebaik-baiknya. "Semoga dapat mengikuti arahan pembina karena kalian merupakan generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Baca juga: Ketua Kwartil Cabang Pramuka Berkunjung ke LPKA Maros
Keluhan yang disampaikan warga binaan salah satunya datang dari Aviar Gristopa. Ia mengatakan, sejak 2020 tak ada jam besuk di Lapas, dan hanya membuka layanan video call, sementara komputer yang ada di Lapas hanya dua.
“Dan biasanya kami tidak kebagian, dan kami meminta kepada ibu untuk menambah komputer yang ada di Lapas,” ucapnya.
Keluhan lain juga datang dari Muhammad Hamzah, meminta difasilitasi alat lukis. “Kami ingin mengembangkan bakat melukis kami. Kami mohon bantuan ibu,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut Bintang berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan Kemenkumham.
“Mudah-mudahan pandemi cepat berlalu. Namun jika belum melandai juga, kami akan upayakan yang terbaik sehingga rasa rindu warga binaan bisa terobati,” ujarnya.
Baca juga: Tujuh Warga Binaan LPKA Maros Dapat Remisi Natal
Kepala Kanwil Kemenkumham Sulsel , Liberti Sitinjak, mengatakan, posisi LPKA Maros saat ini memang masih menyatu dengan warga binaan dewasa.
“Namun bloknya telah dipisahkan, dan ini memang akan menjadi prioritas utama untuk diselesaikan bangunannya,” ujarnya.
(luq)
Lihat Juga :