Tinjau Perkebunan di Subang, Letjen Cantiasa: Pembudidayaan Tanaman Sereh akan Diterapkan di Papua
Jum'at, 11 Maret 2022 - 10:06 WIB
loading...
A
A
A
"Kita suport masyarakat Papua, kita ajak, dorong yang punya niat bakat, kemauan untuk menjadi pengusaha dibidang pertanian dan perkebunan. Mereka kita didik, kita siapkan, kita latih di Subang sebulan kemudian mereka balik kita dampingi untuk membangun tanah Papua," papar Letjen TNI I Nyoman.
Menurutnya, salah satu alternatif yang coba ditawarkan di Papua adalah perkebunan sereh. Sebab, bibitnya mudah, tidak terlalu susah perawatannya dan karakteristik tanahnya cocok. Baca juga: Selain Menurunkan Kolesterol, Ini Manfaat Serai Bagi Kesehatan
"Enam bulan langsung dipanen dan bertahan 12 tahun. Tanamannya tidak rewel karena setelah dipanen langsung daunnya bisa diolah, disuling. Para pengusaha siap tampung dan membelinya melalui koperasi bahkan bisa langsung dieksport sehingga perekonomian masyarakat semakin baik ” kata Letjen Nyoman.
Model program ini, tambahnya, akan menjadi salah satu alternatif soft approach dalam penyelesaian masalah di Papua. "Karena masalah Papua bisa karena banyaknya pengangguran, kemiskinan, bahkan ketimpangan sosial yang tinggi,” pungkas Nyoman.
Sementara itu, Asep Kurnia selaku Ketua UMKM Kelompok Tani Putra Atsiri menjelaskan, produksi minyak atsiri dari tanaman sereh dapat digunakan sebagai bahan pembuatan sabun rumah tangga, dan kosmetik. "Minyak astiri ini tahan lama dan tidak membusuk bila disimpan dalam jangka waktu lama, justru semakin lama semakin baik kualitasnya," jelasnya.
Menurutnya, salah satu alternatif yang coba ditawarkan di Papua adalah perkebunan sereh. Sebab, bibitnya mudah, tidak terlalu susah perawatannya dan karakteristik tanahnya cocok. Baca juga: Selain Menurunkan Kolesterol, Ini Manfaat Serai Bagi Kesehatan
"Enam bulan langsung dipanen dan bertahan 12 tahun. Tanamannya tidak rewel karena setelah dipanen langsung daunnya bisa diolah, disuling. Para pengusaha siap tampung dan membelinya melalui koperasi bahkan bisa langsung dieksport sehingga perekonomian masyarakat semakin baik ” kata Letjen Nyoman.
Model program ini, tambahnya, akan menjadi salah satu alternatif soft approach dalam penyelesaian masalah di Papua. "Karena masalah Papua bisa karena banyaknya pengangguran, kemiskinan, bahkan ketimpangan sosial yang tinggi,” pungkas Nyoman.
Sementara itu, Asep Kurnia selaku Ketua UMKM Kelompok Tani Putra Atsiri menjelaskan, produksi minyak atsiri dari tanaman sereh dapat digunakan sebagai bahan pembuatan sabun rumah tangga, dan kosmetik. "Minyak astiri ini tahan lama dan tidak membusuk bila disimpan dalam jangka waktu lama, justru semakin lama semakin baik kualitasnya," jelasnya.
(don)
Lihat Juga :