Pakar Sebut Program Ilham Azikin Berhasil Pulihkan Ekonomi Bantaeng
Rabu, 09 Maret 2022 - 16:34 WIB
loading...
Pakar ekonomi asal Universitas Bosowa, A Arifuddin Mane. Foto: Dokumentasi pribadi
A
A
A
BANTAENG - Pemulihan ekonomi di Kabupaten Bantaeng berjalan sangat cepat, sekalipun masih berada dalam masa pandemi Covid-19. Bupati Bantaeng, Ilham Azikin punya andil besar dalam pemulihan ini.
Hal tersebut diungkap pakar ekonomi Universitas Bosowa, Dr A Arifuddin Mane. Menurutnya, laju pertumbuhan ekonomi dari 0,52 persen pada 2020 menjadi 8,86 persen pada 2021 adalah bukti pemulihan ekonomi di Bantaeng. Setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19, perekonomian Bantaeng kembali pulih secara utuh.
Baca juga: Aplikasi Bantaeng Baik ala Polres Bisa Deteksi Jumlah Kendaraan
Dia menyebut, fenomena ini patut menjadi bahan penelitian akademisi. Sangat jarang daerah yang bisa mengembalikan kondisi itu secara cepat. Dia berharap, daerah lain juga bisa mencontoh strategi yang dilakukan Pemkab Bantaeng untuk memulihkan ekonomi secara cepat.
"Bantaeng ini laju pertumbuhan ekonominya tertinggi di Sulsel. Bahkan mengalahkan provinsi yang hanya berada di kisaran empat persen. Artinya bisa dikatakan, Bantaeng tumbuh dua kali lipat dari provinsi," jelas dia dalam siaran persnya.
Jika dilihat dari data 2020, laju pertumbuhan ekonomi Bantaeng berada pada kisaran angka 0,52 persen. Pada 2021, menjadi 8,86 persen. Artinya, ada pertumbuhan lebih dari 800 persen dalam waktu satu tahun.
Pria kelahiran Banyorang, Kabupaten Bantaeng ini menyebut, ada berbagai hal yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk memulihkan ekonomi . Di antaranya, menjaga kantung-kantung pendapatan masyarakat seperti pertanian, peternakan, perikanan dan industri pengolahan.
Baca juga:PT Basic Sumbang PAD untuk Bantaeng Setelah Catatkan Laba Rp1,72 Miliar
"Pertama, karena di Bantaeng itu kan sektor pendukung pendapatan masyarakat adalah pertanian. Sektor ini tidak terganggu dampak Covid-19. Pemerintah melakukan intervensi di sektor ini dengan berbagai upaya. Termasuk melindunginya dengan proteksi asuransi pertanian," jelas dia.
Dia juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Bantaeng yang menjaga perputaran ekonomi masyarakat Bantaeng, terutama di sektor UMKM. Dia menyebut, bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW terbukti melindungi UKM yang ada di dusun.
"Melalui program ini, Bupati telah menjalankan strategi yang mendorong partisipasi masyarakat. Menggerakkan ekonomi dari UMKM dari partisipasi masyarakat," jelas dia.
Baca juga:Positif Covid-19 Usai Swab Antigen, Bupati Bantaeng Masih Tunggu Hasil PCR
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantaeng melansir angka laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantaeng yang meningkat tajam di 2021. Data itu menyebut, Bantaeng berada di urutan pertama dengan angka 8,86 persen.
Kepala BPS Bantaeng, Abdul Salam mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi Bantaeng ini mengalahkan Provinsi Sulsel yang mencapai 4,65 persen. Dia juga menyebut, laju pertumbuhan ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 0,52 persen.
"Ini angkanya meningkat tajam kalau di banding pada tahun sebelumnya," jelas Abdul Salam.
Dia menambahkan, BPS mencoba merinci pertumbuhan ekonomi Bantaeng menurut lapangan usaha. Dari data itu, sebanyak 69,39 persen PDRB Kabupaten Bantaeng berasal dari lapangan usaha pertanian, konstruksi, perdagangan dan industri pengolahan.
Baca juga:Kampus UMI Bakal Hadir di Bantaeng, Bupati Ilham Sebut Upaya Genjot SDM
"Penyumbang PDRB tertinggi itu dari masih dari pertanian, kehutanan dan perikanan yang mencapai 27,08 persen," jelas dia.
Penyumbang PDRB kedua adalah konstruksi sebesar 18,30 persen, dan perdagangan besar dan eceran sebesar 14,25 persen. Ada pula industri pengolahan sebesar 9,76 persen.
Hal tersebut diungkap pakar ekonomi Universitas Bosowa, Dr A Arifuddin Mane. Menurutnya, laju pertumbuhan ekonomi dari 0,52 persen pada 2020 menjadi 8,86 persen pada 2021 adalah bukti pemulihan ekonomi di Bantaeng. Setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19, perekonomian Bantaeng kembali pulih secara utuh.
Baca juga: Aplikasi Bantaeng Baik ala Polres Bisa Deteksi Jumlah Kendaraan
Dia menyebut, fenomena ini patut menjadi bahan penelitian akademisi. Sangat jarang daerah yang bisa mengembalikan kondisi itu secara cepat. Dia berharap, daerah lain juga bisa mencontoh strategi yang dilakukan Pemkab Bantaeng untuk memulihkan ekonomi secara cepat.
"Bantaeng ini laju pertumbuhan ekonominya tertinggi di Sulsel. Bahkan mengalahkan provinsi yang hanya berada di kisaran empat persen. Artinya bisa dikatakan, Bantaeng tumbuh dua kali lipat dari provinsi," jelas dia dalam siaran persnya.
Jika dilihat dari data 2020, laju pertumbuhan ekonomi Bantaeng berada pada kisaran angka 0,52 persen. Pada 2021, menjadi 8,86 persen. Artinya, ada pertumbuhan lebih dari 800 persen dalam waktu satu tahun.
Pria kelahiran Banyorang, Kabupaten Bantaeng ini menyebut, ada berbagai hal yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk memulihkan ekonomi . Di antaranya, menjaga kantung-kantung pendapatan masyarakat seperti pertanian, peternakan, perikanan dan industri pengolahan.
Baca juga:PT Basic Sumbang PAD untuk Bantaeng Setelah Catatkan Laba Rp1,72 Miliar
"Pertama, karena di Bantaeng itu kan sektor pendukung pendapatan masyarakat adalah pertanian. Sektor ini tidak terganggu dampak Covid-19. Pemerintah melakukan intervensi di sektor ini dengan berbagai upaya. Termasuk melindunginya dengan proteksi asuransi pertanian," jelas dia.
Dia juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Bantaeng yang menjaga perputaran ekonomi masyarakat Bantaeng, terutama di sektor UMKM. Dia menyebut, bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW terbukti melindungi UKM yang ada di dusun.
"Melalui program ini, Bupati telah menjalankan strategi yang mendorong partisipasi masyarakat. Menggerakkan ekonomi dari UMKM dari partisipasi masyarakat," jelas dia.
Baca juga:Positif Covid-19 Usai Swab Antigen, Bupati Bantaeng Masih Tunggu Hasil PCR
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantaeng melansir angka laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantaeng yang meningkat tajam di 2021. Data itu menyebut, Bantaeng berada di urutan pertama dengan angka 8,86 persen.
Kepala BPS Bantaeng, Abdul Salam mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi Bantaeng ini mengalahkan Provinsi Sulsel yang mencapai 4,65 persen. Dia juga menyebut, laju pertumbuhan ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 0,52 persen.
"Ini angkanya meningkat tajam kalau di banding pada tahun sebelumnya," jelas Abdul Salam.
Dia menambahkan, BPS mencoba merinci pertumbuhan ekonomi Bantaeng menurut lapangan usaha. Dari data itu, sebanyak 69,39 persen PDRB Kabupaten Bantaeng berasal dari lapangan usaha pertanian, konstruksi, perdagangan dan industri pengolahan.
Baca juga:Kampus UMI Bakal Hadir di Bantaeng, Bupati Ilham Sebut Upaya Genjot SDM
"Penyumbang PDRB tertinggi itu dari masih dari pertanian, kehutanan dan perikanan yang mencapai 27,08 persen," jelas dia.
Penyumbang PDRB kedua adalah konstruksi sebesar 18,30 persen, dan perdagangan besar dan eceran sebesar 14,25 persen. Ada pula industri pengolahan sebesar 9,76 persen.
(luq)
Lihat Juga :