Cerita Pilu Abas yang Idap Stroke Hidupi 12 Anak dari Belas Kasih Tetangga
Senin, 07 Maret 2022 - 05:21 WIB
loading...
A
A
A
"Sekitar satu tahun ini saya mendertita stroke. Sehari-hari hanya di rumah saja. Sebelumnya saya bekerja sebagai buruh bangunan. Untuk makan banyak dibantu para tetangga," ungkap Abas dengan suara terbata-bata akibat stroke.
Begitu juga dengan Juju, waktunya habis hanya untuk mengasuh anak bungsunya yang baru berusia empat bulan. Selain itu, Juju juga disibukan mengurusi lima anak lainnya, apalagi kakak dari anak bungsunya baru berusia dua tahun.
Sementara enam anak lainnya, kini telah berusia 12-23 tahun. Anak yang berusia 23 tahun merupakan anak pertama, dan kini sudah berumah tangga, serta memiliki seorang anak balita. Keluarga anak pertama itu, juga tinggal serumah dengan Abas dan Juju.
Baca juga: Jembatan Tiba-tiba Patah, Bapak dan Anak Jatuh ke Sungai Leuweung Hejo
Di tengah kesibukannya mengurusi anak, yang bisa dilakukan Juju hanya sebatas menyapu, dan membersihkan sampah dari dalam rumah. Abas dan Juju sejatinya tidak menginginkan banyak anak. Mereka sempat mengikuti program keluarga berencana (KB), namun tidak cocok.
Selain kondisi tubuh Juju yang sering sakit saat mengikuti program KB. Ternyata, Juju juga tetap hamil dan mempunyai anak, sehingga terpaksa menghentikan program KB. Saat Abas belum sakit stroke, keluarga ini tak kesulitan untuk makan meskipun penghasilannya pas-pasan.
Begitu juga dengan Juju, waktunya habis hanya untuk mengasuh anak bungsunya yang baru berusia empat bulan. Selain itu, Juju juga disibukan mengurusi lima anak lainnya, apalagi kakak dari anak bungsunya baru berusia dua tahun.
Sementara enam anak lainnya, kini telah berusia 12-23 tahun. Anak yang berusia 23 tahun merupakan anak pertama, dan kini sudah berumah tangga, serta memiliki seorang anak balita. Keluarga anak pertama itu, juga tinggal serumah dengan Abas dan Juju.
Baca juga: Jembatan Tiba-tiba Patah, Bapak dan Anak Jatuh ke Sungai Leuweung Hejo
Di tengah kesibukannya mengurusi anak, yang bisa dilakukan Juju hanya sebatas menyapu, dan membersihkan sampah dari dalam rumah. Abas dan Juju sejatinya tidak menginginkan banyak anak. Mereka sempat mengikuti program keluarga berencana (KB), namun tidak cocok.
Selain kondisi tubuh Juju yang sering sakit saat mengikuti program KB. Ternyata, Juju juga tetap hamil dan mempunyai anak, sehingga terpaksa menghentikan program KB. Saat Abas belum sakit stroke, keluarga ini tak kesulitan untuk makan meskipun penghasilannya pas-pasan.
Lihat Juga :