Pimpin Sertijab Danyonif Raider 700/WYC, Pangdam: Jadilah Prajurit Macan
Jum'at, 04 Maret 2022 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
"Saya bangga kepada prajurit-prajurit Raider yang mempunyai kualitas terbaik dan profesional dalam setiap penugasan. Prajurit Raider adalah macan, jadi kalian harus jadi macan dan yang pimpin juga harus menjadi macan. Semboyan yang dimiliki cepat, senyap dan tepat harus dibuktikan," ungkapnya.
"Prajurit Raider 700, dalam penugasan selalu mengukir tinta emas, ketika itu saya menjabat Kasdam sering hadir di satuan Raider guna meninjau kesiapan Raider, sampai menjabat Pangdivif-2/Kostrad waktu penugasan Papua juga berada di bawah pengawasan saya di penugasan," sambungnya.
Baca juga:Pangdam Hasanuddin Bantu Biaya Operasi Bocah Penderita Atresia Ani di Maros
Ia meminta agar keberadaan prajurit dirasakan oleh rakyat, khususnya membantu kesulitan rakyat. Hal tersebut merupakan perintah Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurrachman, sebagai wujud kehadiran dan komitmen TNI, harus menjadi prajurit pejuang dan profesional.
Sebagai prajurit nasional, kata Pangdam , tidak ada prajurit kesukuan, agama. Sebaliknya, prajurit mengembang tugas demi NKRI.
"Saya peringatkan pada prajurit-prajurit saya, Prajurit Hasanuddin tidak ada yang coba-coba terbawa dalam politik praktis. Disiplin dalam menggunakan media sosial (medsos), jangan mudah terprovokasi dan ikut meneruskan berita-berita negatif," ajaknya.
"Prajurit Raider 700, dalam penugasan selalu mengukir tinta emas, ketika itu saya menjabat Kasdam sering hadir di satuan Raider guna meninjau kesiapan Raider, sampai menjabat Pangdivif-2/Kostrad waktu penugasan Papua juga berada di bawah pengawasan saya di penugasan," sambungnya.
Baca juga:Pangdam Hasanuddin Bantu Biaya Operasi Bocah Penderita Atresia Ani di Maros
Ia meminta agar keberadaan prajurit dirasakan oleh rakyat, khususnya membantu kesulitan rakyat. Hal tersebut merupakan perintah Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurrachman, sebagai wujud kehadiran dan komitmen TNI, harus menjadi prajurit pejuang dan profesional.
Sebagai prajurit nasional, kata Pangdam , tidak ada prajurit kesukuan, agama. Sebaliknya, prajurit mengembang tugas demi NKRI.
"Saya peringatkan pada prajurit-prajurit saya, Prajurit Hasanuddin tidak ada yang coba-coba terbawa dalam politik praktis. Disiplin dalam menggunakan media sosial (medsos), jangan mudah terprovokasi dan ikut meneruskan berita-berita negatif," ajaknya.
Lihat Juga :