Kasus Covid-19 Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka di Gowa Tetap Berjalan

Kamis, 03 Maret 2022 - 16:57 WIB
loading...
Kasus Covid-19 Meningkat,...
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat menyaksikan vaksinasi massal beberapa waktu lalu. Foto: SINDOnews/Herni Amir
A A A
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa tetap melaksanakan proses bejalar-mengajar dengan sistem pembelajaran tatap muka (PTM). Sekalipun, kasus positif Covid-19 cenderung meningkat.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, penutupan sekolah atau pembelajaran secara online baru akan dilaksanakan jika di sekolah tersebut ditemukan kasus Covid-19.

Baca juga:Cak Imin Akui Penanganan Covid-19 di Gowa Efektif

"Tapi selama tidak ada yang terkonfirmasi, maka silahkan saja (PTM). Asal semua yang masuk baik guru maupun siswa sudah melakukan vaksinasi," ungkapnya, Rabu (2/3/2022).

Selama ini kata Adnan, pihak sekolah di Kabupaten Gowa sudah menjalankan prosedur yang ditetapkan, yakni hanya mengisi ruangan dengan kapasitas 50% siswa.

Selain itu, secara ketat menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti penggunaan masker, penyemprotan disinfektan, penyediaan hand sanitizer dan penyediaan sarana cuci tangan bagi sebelum masuk ke ruangan kelas.

"Kemarin waktu kasus Covid melanda pun, sekolah-sekolah di Gowa Tetap patuh protap dengan hanya kapasitas 50%," paparnya.

Adnan merinci, saat ini jumlah anak usia 6-11 tahun yang telah melakukan vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 54 persen. Sedang dosis kedua baru mencapai 1 persen.

Jumlah ini kata Adnan, karena Kabupaten Gowa memang baru melaksanakan vaksinasi anak. Sehingga pihaknya saat ini masih fokus pada vaksinasi dosis pertama.

Baca juga:Penyusunan RKPD 2023 Mesti Merujuk pada Tantangan dan Visi Misi Pemerintah

Untuk itu, Bupati Adnan mengajak seluruh pihak untuk melakukan percepatan vaksinasi anak. Seluruh pihak mulai dari tingkat kecamatan, desa dan lurah, hingga kepala sekolah memiliki peran penting dalam vaksinasi bagi anak ini.

Menurutnya, edukasi vaksinasi terhadap anak masih kurang sehingga masih banyak yang percaya dengan pemberitaan negatif yang beredar.

"Kita tidak menampik beberapa orang tua menolak anaknya untuk divaksin. Ini tentu karena kurangnya edukasi dan banyaknya kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan yang beredar," ujarnya.

Adnan menjelaskan, tujuan dari vaksinasi ini sangat jelas yakni membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity bagi anak, terlebih saat ini pembelajaran tatap muka telah dilakukan.

"Vaksin ini untuk melindungi anak-anak kita dari penularan Covid-19 . Ini sama halnya dengan imunisasi, yakni memperkuat imun anak-anak kita untuk melawan Covid-19. Kenapa anak usia sekolah butuh divaksin? karena kita saat ini telah memulai pembelajaran tatap muka, sehingga vaksinasi ini kita harapkan bisa meminimalisir penularan di sekolah," jelas orang nomor satu di Gowa ini.

Lebih lanjut, Adnan memaparkan jenis vaksin Covid-19 bagi anak yaitu Sinovac (Coronavac), dengan dosis 0.5 ml intramuskular di bagian lengan sebanyak 2 kali dengan jarak antar dosis 4 minggu serta didampingi orang tua.

Baca juga:Pemkab Gowa Siapkan Rp25 Miliar untuk Bangun MPP

Olehnya ia mengajak seluruh masyarakat khususnya orang tua murid untuk mengikutsertakan anaknya melakukan vaksinasi, apalagi ini merupakan rekomendasi dari para ahli salah satunya Ikatan Dokter Anak Indonesia.

"Ayo, bapak dan ibu yang anaknya sudah sekolah atau usia 6 tahun ke atas untuk mengikut sertakan buah hatinya pada program vaksinasi di sekolah masing-masing, atau tempat-tempat lain yang mendukung vaksinasi anak usia sekolah, karena vaksinasi ini dilakukan tentu dengan rekomendasi dari para ahli," imbuhnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awas! 20 Siswa dan Guru...
Awas! 20 Siswa dan Guru di Gunungkidul Terpapar Covid-19
Waspada! 3 Kasus Baru...
Waspada! 3 Kasus Baru Covid-19 Ditemukan di Gunungkidul saat Kegiatan PTM di Sekolah
Pandemi Melandai, PTM...
Pandemi Melandai, PTM di Kota Bandung Digelar 100 Persen
Husairi Abdi Ajak Insan...
Husairi Abdi Ajak Insan Pendidik di Hulu Sungai Utara Terus Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Masuk Sekolah di Jabar...
Masuk Sekolah di Jabar 12 Mei 2022, Siswa-Tenaga Pendidik Diimbau Hindari Puncak Arus Balik
Tren Positif COVID-19...
Tren Positif COVID-19 Terus Turun, Disdik Optimistis KBM Bisa 100% Usai Lebaran
Sekolah Terdampak Bencana...
Sekolah Terdampak Bencana Siap Aktifkan Kembali Pembelajaran Tatap Muka
Pemerintah Batal Terapkan...
Pemerintah Batal Terapkan Pembelajaran Daring bagi Siswa
Unpad Gelar Pembelajaran...
Unpad Gelar Pembelajaran Tatap Muka di Semester Genap
Rekomendasi
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
Berita Terkini
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Infografis
Ditekan Israel, UNIFIL...
Ditekan Israel, UNIFIL Sumpah 10.000 Pasukan PBB Tetap di Lebanon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved