3 Arca dan Benda Bersejarah di Situs Srigading Jadi Temuan Tertua di Jawa Timur

Senin, 28 Februari 2022 - 18:38 WIB
loading...
3 Arca dan Benda Bersejarah...
Kondisi candi di Situs Srigading Malang (Avirista Midaada / MPI)
A A A
MALANG - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menyebut temuan tiga arca yang ada Situs Srigading menjadi begitu penting. Pasalnya hal ini menjadi salah satu temuan candi dan benda-benda bersejarahnya tertua di Malang raya bahkan Jawa Timur.

Arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho menuturkan, temuan candi ini menjadi begitu penting untuk mengupas peradaban kuno di abad 9 dan 10.

"Candi ini cukup penting pada masanya. Sesuai hipotesis awal ini candi ini memiliki gaya agama siwaistis Mataram kuno dilengkapi dengan pantheon seperti Candi Prambanan," kata Wicaksono dikonfirmasl MNC Portal, pada Senin (28/2/2022).

Baca juga: BPCB Sebut Area Sebaran Candi Situs Srigading Peninggalan Mpu Sindok Meluas

Hal ini ditambah dengan penemuan tiga arca pada ekskavasi kedua yang berlangsung sejak Senin (21/2/2022) hingga Minggu (27/2/2022). Arca terakhir yang ditemukan adalah Arca Agastya yang ditemukan di sisi selatan dinding candi, pada Minggu (27/2/2022). Arca ini memiliki tinggi 85 sentimeter dan ditemukan dalam kondisi utuh, tak ada patahan.

"Temuan ada di jarak satu meter dari dinding selatan candi, posisinya tengkurap, agak miring. Ketemunya Minggu kemarin di reruntuhan nempel di dinding candi, dari gundukan tanah awal sekitar dua meter," ujar dia.

Menurutnya, proses penggalian atau ekskavasi sengaja diperpanjang dari jadwal awalnya, yang sedianya dilakukan hingga Sabtu (26/2/2022). "Kami melanjutkan ekskavasi di sisi selatan karena di hari Sabtu tertunda akibat hujan deras," ungkapnya.

Kini dengan penemuan Arca Agastya, total ada tiga arca yang ditemukan selama proses ekskavasi tahap kedua. Arca pertama yang ditemukan adalah Arca Nandiswara yang ditemukan pada Selasa (22/2/2022), dilanjutkan Arca Mahakala yang ditemukan Jumat (25/2/2022), dan Arca Agastya yang ditemukan Minggu (27/2/2022).

"Cocok dengan konsep pantheon aliran candi Siwa, dimana Agastya ada di selatan, Ganesha ada di barat, Durga ada di utara, cuma yang di barat kita tidak menemukan Ganesha kemungkinan sudah hilang, selain itu candi itu dilengkapi dua arca penjaga candi, yaitu Nandiswara dan Mahakala," paparnya.

baca juga: Penggeledahan Lapas dan Rutan, Kemenkumham Jatim Usulkan Pengadaan Alat Deteksi Handphone

Selain penemuan dua arca, BPCB juga menemukan sejumlah benda bersejarah lainnya yang menjadi bagian dari candi. Benda-benda seperti satu lingga di tengah di bawah yoni berjarak 30 sentimeter, kedalaman 60 sentimeter di bagian tengah. Selanjutnya ada beberapa fragmen relief, bahan bata, beberapa pecahan tangan arca,fragmen tembikar, dan fragmen porselin.

"Kemudian ada tiga buah lingga patok, dan satu buah batu silindrit yang ada di sisi utara dari tangga. Semuanya dibawa kayak batu lingga, ambang relung, fragmen, relief, itu semua diamankan di Museum Singasari. Tiga arca diamankan oleh BPCB karena ada beberapa pecah, yang Arca Agastya belum dibersihkan karena kemarin setengah hari main angkut. Jadi dibersihkan," jelasnya.

Kini lanjut Wicaksono, untuk pengamanan bangunan candi pihaknya telah meminta agar Pemkab Malang bekerjasama dengan kepolisian memasang garis polisi. Hal ini demi mengantisipasi adanya penjarahan dan penggalian ilegal yang dilakukan.

"Yang penting pengunjung nggak boleh naik di atas candi. Jangan naik ke atas candi, karena batanya rapuh. Di candi sudah dipasang garis polisi agar tidak ada pencarian dengan metal detektor, penggalian ilegal," pungkasnya.

Pantauan MNC Portal di lokasi candi sehari pasca ekskavasi pada Senin (28/2/2022), pada bangunan candi terlihat terpasang garis polisi memutari candi. Sedangkan penutup yang sebelumnya terpasang selama ekskavasi telah dicopot.

Sebagai informasi BPCB Jatim telah melakukan ekskavasi dua tahap di Situs Srigading Malang. Ekskavasi pertama dilakukan pada 7 - 12 Februari 2022 dimana diekskavasi pertama menggali bagian utara dan barat candi. Diekskavasi ini tim BPCB menemukan fragmen relief dan batu ratna atap candi, yang ditemukan di sisi barat candi.

Sedangkan di ekskavasi dua dilangsungkan mulai Senin (21/2/2022) sampai Sabtu (26/2/2022). Di ekskavasi tahap kedua ini, BPCB Jatim fokus membuka sisi timur dan selatan candi. Temuannya, tiga buah arca Nandaiswara yang sebelumnya sempat disebut Agastya yang ditemukan pada Selasa (22/2/2022), serta arca Mahakala yang ditemukan pada Jumat (25/2/2022).

Arca ketiga yang ditemukan yakni Arca Agastya yang ditemukan pada Minggu (27/2/2022) kemarin. Selain menemukan arca, BPCB juga menemukan lingga di tengah candi, dua buah batu relung, satu buah batu ambang candi, dan beberapa ornamen relief, serta fragmen patahan lainnya.

Kini ekskavasi tahap kedua telah usai dilakukan Minggu kemarin (27/2/2022). Rencananya ekskavasi tahap ketiga bakal dilakukan demi dapat menampakkan tanah asli di bangunan candi tersebut.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Dorong Transparansi...
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Jatim Minta Negara Perkuat Pengawasan
ESQ Raih Penghargaan...
ESQ Raih Penghargaan atas Inovasi Pemetaan Talenta ASN Terbanyak dan Termodern Berbasis AI di Jawa Timur
2 Dosen di Jawa Timur...
2 Dosen di Jawa Timur Ajari Ibu Rumah Tangga di Dukuh Setro Buat Minuman Herbal
Survei ARCI: 75,5% Warga...
Survei ARCI: 75,5% Warga Jawa Timur Puas Kebijakan Energi Prabowo–Gibran
Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Lengkapi Berkas Perkara...
Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Anwar Sadad, KPK Periksa 6 Saksi
Cek Jadwal dan Kuota...
Cek Jadwal dan Kuota Jalur Prestasi SPMB Jatim 2026, Ada Golden Ticket
Rekomendasi
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved