Kejayaan Sultan Ageng Tirtayasa Bangun Megaproyek Kanal Tanara ke Cisadane
Minggu, 27 Februari 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Awal tahun 1659, perekonomian Kesultanan Banten mengalami pertumbuhan melesat. Kemakmuran rakyat benar-benar dirasakan. Pada periode 1659-1673, Kesultanan Banten menjadi satu-satunya pelabuhan internasional yang masih bebas beroperasi.
Pertumbuhan penduduk mencapai 300% dari 55.000 menjadi 150.000 orang, dalam waktu setengah abad. Di akhir pemerintahannya, penduduk Banten menjadi 231.000 orang. Antara tahun 1640-1665 memang pelabuhan-pelabuhan utama di Nusantara seperti Malaka, Makassar, Palembang sudah jatuh oleh VOC Belanda yang bermarkas di Batavia.
Kebijakan Sultan Ageng Tirtayasa dalam membangun sejumlah terusan atau kanal yang menghubungkan sejumlah sungai dengan permukiman dan lahan pertanian warga, membuat penduduk desa di daerah ini semakin memungkinkan untuk mengangkut padi mereka dan hasil bumi lainnya dengan mudah ke pusat kota.
Mufti Ali dalam buku Banten dan Manila, Hubungan Perdagangan 1663-1682 menyebutkan, Suktan Ageng Tirtayasa memerintahkan Pangeran Upahpati memulai megaproyek penggalian kanal pada 27 April 1663. Proyek ini menghubungkan Sungai Tanara (Cidurian) ke Sungai Pasilian (Cimanceuri) melalui Balaraja sepanjang 5-6 kilometer yang akan menyambung ke Sungai Cisadane. Pembangunan kanal yang dikerjakan sekitar 5.000 orang tersebut dilakukan pada September 1663 yang langsung dipimpin Sultan Ageng Tirtayasa.
Baca Juga: Misteri Topeng Gajah Mada Pernah Dipakai Raja Bali hingga Presiden RI
Pertumbuhan penduduk mencapai 300% dari 55.000 menjadi 150.000 orang, dalam waktu setengah abad. Di akhir pemerintahannya, penduduk Banten menjadi 231.000 orang. Antara tahun 1640-1665 memang pelabuhan-pelabuhan utama di Nusantara seperti Malaka, Makassar, Palembang sudah jatuh oleh VOC Belanda yang bermarkas di Batavia.
Kebijakan Sultan Ageng Tirtayasa dalam membangun sejumlah terusan atau kanal yang menghubungkan sejumlah sungai dengan permukiman dan lahan pertanian warga, membuat penduduk desa di daerah ini semakin memungkinkan untuk mengangkut padi mereka dan hasil bumi lainnya dengan mudah ke pusat kota.
Mufti Ali dalam buku Banten dan Manila, Hubungan Perdagangan 1663-1682 menyebutkan, Suktan Ageng Tirtayasa memerintahkan Pangeran Upahpati memulai megaproyek penggalian kanal pada 27 April 1663. Proyek ini menghubungkan Sungai Tanara (Cidurian) ke Sungai Pasilian (Cimanceuri) melalui Balaraja sepanjang 5-6 kilometer yang akan menyambung ke Sungai Cisadane. Pembangunan kanal yang dikerjakan sekitar 5.000 orang tersebut dilakukan pada September 1663 yang langsung dipimpin Sultan Ageng Tirtayasa.
Baca Juga: Misteri Topeng Gajah Mada Pernah Dipakai Raja Bali hingga Presiden RI
Lihat Juga :