Guru Besar Ubaya: Jangan Hanya Berpikir Profit di Tempat Kerja
Senin, 15 Juni 2020 - 08:50 WIB
loading...
A
A
A
Mindfulness atau kesadaran penuh adalah kondisi dimana pikiran berfokus pada apa yang sedang terjadi disini dan sekarang atau here and now. Artinya pikiran tidak terpenjara oleh masa lalu dan terobsesi ke masa depan.
"Pengembaraan pikiran tersebut sering memunculkan perasaan senang, sedih, takut, marah, khawatir, dan berbagai macam energi negatif,” ungkap Sujoko dalam sesi webinar talk bertajuk “Mindfulness and Happiness in the Workplace” yang diselenggarakan oleh Ubaya Innovaction Hub (UIH) bersama JCI East Java.
(Baca juga: Jakub Navara Bikin Dunia Dominika Cibulkova Tidak Sama Lagi )
Direktur UIH ini juga melanjutkan, bahwa energi negatif yang terjadi dalam diri manusia mendatangkan depresi sehingga merangsang tubuh memproduksi hormon cortisol. Hormon ini dapat menyebabkan berbagai penyakit lain seperti darah tinggi, diabetes, jantung, hingga menurunnya kekebalan tubuh. Adanya energi negatif membuat manusia kehilangan kejernihan berpikir, reaktif dan salah mengambil keputusan, menyakiti orang lain, tidak mampu berpikir kreatif, serta dikuasai ketamakan dan kebencian.
"Biasanya kita terjebak di antara masa lalu dan masa depan sehingga melupakan masa sekarang. Apakah artinya kita tidak perlu membuat evaluasi diri dan merencanakan masa depan? Bukan seperti itu, kita belajar dari masa lalu tetapi tidak terjebak kesedihan atau kebahagiaan yang sudah lewat. Jangan beranggapan apa yang terjadi masa lalu akan terjadi di masa depan. Ini berarti kalian telah terjebak dan terpenjara masa lalu. Silakan membuat planning tetapi jangan terobsesi oleh masa depan sehingga menyiksa diri. Lakukan yang terbaik untuk saat ini," sambungnya.
"Pengembaraan pikiran tersebut sering memunculkan perasaan senang, sedih, takut, marah, khawatir, dan berbagai macam energi negatif,” ungkap Sujoko dalam sesi webinar talk bertajuk “Mindfulness and Happiness in the Workplace” yang diselenggarakan oleh Ubaya Innovaction Hub (UIH) bersama JCI East Java.
(Baca juga: Jakub Navara Bikin Dunia Dominika Cibulkova Tidak Sama Lagi )
Direktur UIH ini juga melanjutkan, bahwa energi negatif yang terjadi dalam diri manusia mendatangkan depresi sehingga merangsang tubuh memproduksi hormon cortisol. Hormon ini dapat menyebabkan berbagai penyakit lain seperti darah tinggi, diabetes, jantung, hingga menurunnya kekebalan tubuh. Adanya energi negatif membuat manusia kehilangan kejernihan berpikir, reaktif dan salah mengambil keputusan, menyakiti orang lain, tidak mampu berpikir kreatif, serta dikuasai ketamakan dan kebencian.
"Biasanya kita terjebak di antara masa lalu dan masa depan sehingga melupakan masa sekarang. Apakah artinya kita tidak perlu membuat evaluasi diri dan merencanakan masa depan? Bukan seperti itu, kita belajar dari masa lalu tetapi tidak terjebak kesedihan atau kebahagiaan yang sudah lewat. Jangan beranggapan apa yang terjadi masa lalu akan terjadi di masa depan. Ini berarti kalian telah terjebak dan terpenjara masa lalu. Silakan membuat planning tetapi jangan terobsesi oleh masa depan sehingga menyiksa diri. Lakukan yang terbaik untuk saat ini," sambungnya.
Lihat Juga :