Hilangnya Kekuatan di Jalur Laut sebabkan Kerajaan Sriwijaya Runtuh

Jum'at, 25 Februari 2022 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Kerajaan yang terletak di Palembang, Sumatera Selatan ini mencapai puncak kejayaan pada masa kepemimpinan Balaputradewa. Sayangnya, masa-masa kejayaan pada abad kesepuluh itu tak berlangsung lama. Sebab pada masa pemerintahan Balaputradewa, serangan datang dari berbagai penjuru.

Prasasti Nalanda yang ditemukan di India menyebutkan bahwa pada masa Balaputradewa, Sriwijaya kehilangan kekuasannya di Jawa. Disebutkan, Kerajaan Medang dari Jawa menyerang Sriwijaya dari tahun 988 hingga 992. Meski Sriwijaya bisa mengatasi serangan tersebut, namun perlahan kekuatannya menurun.

Memasuki abad ke-11, Sriwijaya kembali mendapat tantangan. Kali ini Sriwijaya diserang oleh Raja Rajendra Chola I dari Kerajaan Chola di India Selatan, tepatnya, pada 1017 dan 1025. Baca juga: Arya Damar, Ahli Mesiu Kerajaan Majapahit Sang Penakluk Kerajaan Bali

Celakanya, Raja Rajendra Chola I berhasil menduduki beberapa daerah kekuasaan Sriwijaya. Ini terjadi ketika Sriwijaya dipimpin Sangrama-Vijayottunggawarman. Perlahan tapi pasti, Chola berhasil mengendalikan Sangrama. Chola menerapkan strategi jitunya untuk melemahkan Sriwijaya dan menguasi jalur laut. Beberapa kerajaan bawahan Sriwijaya yang telah ditaklukkan dibolehkan untuk memerintah, namun tetap harus tunduk pada pihak Chola.

Imbasnya, Sriwijaya melemah dan kerajaan bawahan bertumbuh menjadi kuat. Situasi ini diperburuk dengan kondisi alam yang tidak bersahabat. Dalam buku Geografi Kesejarahan II (1982) karya Dalijoeni, disebutkan bahwa Sumatera merupakan daerah dengan curah hujan tinggi. Air hujan meresap terlalu dalam hingga kesuburan tanah berkurang.

Di sisi lain, air hujan juga tidak terserap hingga banjir dan membawa material daratan ke Sungai Musi, Palembang. Ini menyebabkan sungai-sungai menjadi dangkal dan daratan kurang produktif. Sriwijaya perlahan kehilangan akses perdagangannya di Sungai Musi, jalur sungai yang sebelumnya menjadi tambang emas bagi kerajaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Konser Slank Bersama...
Konser Slank Bersama HS di Palembang Momen Romantisme Owner Haji Suryo
Hadapi Kemarau 2026,...
Hadapi Kemarau 2026, Polda Sumsel Gandeng APHI Perkuat Pencegahan Karhutla
16 Jenazah Kecelakaan...
16 Jenazah Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki Dibawa ke RS Bhayangkara Palembang
ANDALAS Forum VI Digelar...
ANDALAS Forum VI Digelar di Palembang, Sinergi Energi Jadi Sorotan
IFBC Palembang 2026,...
IFBC Palembang 2026, Bingxue Indonesia Tawarkan Franchise Es Krim dan Minuman
Bea Cukai-Polda Sumsel...
Bea Cukai-Polda Sumsel Gagalkan Peredaran Etomidate dan Ekstasi Rp1,79 M
Sambut Hari Jadi ke-1343,...
Sambut Hari Jadi ke-1343, Pemkot Palembang Percantik Kawasan Bantaran Musi
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Potret Ikon Baru Palembang...
Potret Ikon Baru Palembang Tugu Cempako Telok
Rekomendasi
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Berita Terkini
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved