Pemkab Wajo Bertekad Pertahankan Predikat Opini WTP
Rabu, 23 Februari 2022 - 18:08 WIB
loading...
Bupati Wajo, Amran Mahmud, saat menerima kunjungan Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel, Paula Henry Simatupang, bersama rombongan di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu (23/2/2022). Foto: SINDOnews/M Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo bertekad mempertahankan torehan penghargaan berupa predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 2021 dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Bupati Wajo , Amran Mahmud, saat menerima kunjungan Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel, Paula Henry Simatupang, bersama rombongan di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu (23/2/2022).
Menurut Amran, merujuk agenda penyelesaian LKPD Wajo yang telah disusun, dijadwalkan paling lambat pada awal Maret 2022 akan disampaikan ke Inspektorat untuk dilakukan review. Selanjutnya, ditargetkan pada 18 Maret 2022 LKPD Wajo unaudited tahun anggaran 2021 sudah dapat diserahkan ke BPK .
Baca Juga: Bupati Wajo Minta Kepala OPD Akomodir Hasil Musrembang
Ia menyebut kedatangan Kepala BPK RI bersama rombongan ke Kabupaten Wajo memberikan spirit tambahan dan semangat bagi jajaran Pemkab Wajo dalam pelaksanaan audit interim dan tentunya untuk penerapan pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Bupati Wajo , Amran Mahmud, saat menerima kunjungan Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel, Paula Henry Simatupang, bersama rombongan di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu (23/2/2022).
Menurut Amran, merujuk agenda penyelesaian LKPD Wajo yang telah disusun, dijadwalkan paling lambat pada awal Maret 2022 akan disampaikan ke Inspektorat untuk dilakukan review. Selanjutnya, ditargetkan pada 18 Maret 2022 LKPD Wajo unaudited tahun anggaran 2021 sudah dapat diserahkan ke BPK .
Baca Juga: Bupati Wajo Minta Kepala OPD Akomodir Hasil Musrembang
Ia menyebut kedatangan Kepala BPK RI bersama rombongan ke Kabupaten Wajo memberikan spirit tambahan dan semangat bagi jajaran Pemkab Wajo dalam pelaksanaan audit interim dan tentunya untuk penerapan pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik.
Lihat Juga :