Sukabumi Dikepung Banjir dan Longsor, 1 Orang Meninggal Tak Bisa Selamatkan Diri

Jum'at, 18 Februari 2022 - 00:59 WIB
loading...
Sukabumi Dikepung Banjir dan Longsor, 1 Orang Meninggal Tak Bisa Selamatkan Diri
Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI dan Polri saat mengevakuasi korban banjir dan warga yang terdampak banjir di Sukabumi, Kamis malam (17/2/2022). Foto: MPI/Dharmawan Hadi
A A A
SUKABUMI - Hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga malam membuat Kota Sukabumi dikepung banjir , Kamis malam (17/2/2022).

Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat hingga pukul 21.10 WIB, banjir terjadi di 59 titik dan longsor 9 titik.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Imran Wardhani mengatakan bahwa akibat kejadian tersebut satu orang meninggal dunia atas nama Enung (80), satu luka-luka dan dua orang nyaris tewas saat terjebak di tengah kepungan banjir.

Baca juga: BREAKING NEWS! Banjir Bandang Terjang Kota Palopo

Korban diduga dalam kondisi sakit dan tidak bisa menyelamatkan diri saat terjadi banjir. Korban tewas saat Sungai Cisuda, Kampung Tugu, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros meluap. Sementara korban luka atas nama Kandi Sukandi (55) warga Kampung Sudajaya RT 06/03 Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros.

“Untuk jenazah korban meninggal dunia dan korban luka langsung dievakusi ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Korban luka di dada akibat benturan saat banjir. Banjir terjadi secara merata di tujuh kecamatan se-Kota Sukabumi. Terdampak paling parah di Kecamatan Baros,” katanya.



Dia menyebutkan, puluhan rumah yang ada di bantaran sungai, terutama yang ketinggiannya lebih rendah dari sungai terendam banjir. “Pendataan maupun penanganan masih berlangsung. Kerusakan masih didata,” ujar Imran.

Baca juga: 3 Kelurahan Terdampak Banjir Bandang di Cimahi, 181 Rumah Rusak

Masih kata Imran, petugas masih terus disiagakan sambil memberi imbauan kepada masyarakat agar waspada, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi selama sepekan ke depan.

“Dari tanggal 16 Februari kemarin sudah ada peringatan dini dari BMKG terkait prakiraan peningkatan curah hujan. Sampai sepekan ke depan kita masih harus meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2830 seconds (11.97#12.26)